Berita Surabaya

Ekspresi Puluhan Anak Down Syndrom dalam WDSD 2019 di Surabaya

Ekspresi Puluhan Anak Down Syndrom dalam World Down Syndrom Day 2019 di Surabaya.

Ekspresi Puluhan Anak Down Syndrom dalam WDSD 2019 di Surabaya
SURYAOnline/hefty's suud
Suasana fashion show bersambung flashmob bersama anak-anak down syndrom dalam acara Down Syndrom Hebat di Hotel Shangri La Surabaya, Senin (25/3/2019). 

SURYA.co.id|SURABAYA - Memperingati World Down Syndrome Day (WDSD) 2019, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS), dan YKAI Provinsi Jatim memberi kesempatan anak-anak down syndrom melakukan fashion show, Senin (24/3/2019).

Bertempat di Hotel Shangri La Surabaya, 20 anak-anak down tampak berlenggak-lenggok bak seorang model di atas panggung, lengkap dengan riasan wajah.

Farida Martarina, ketua pelaksana acara bertema Down Syndrome Hebat itu memaparkan, fashion show dimasukkan dalam rangkaian acara, guna memberikan ruang untuk anak-anak down syndrom untuk berekspresi dan mendorong kepercayadiriannya.

"Fashion show, dandan, itu kan kegiatan yang banyak orang suka atau tahu. Nah dengan adanya kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kalau anak-anak down syndrom juga bisa melakukan hal yang banyak orang suka dan tahu," ujar Farida.

Fashion show tersebut, imbuhnya, didukung oleh Agatha Management. Sebelum naik pentas, anak-anak down syndrom yang ikut fashion show, telah berlatih selama dua bulan untuk penampilannya.

"Setiap Rabu, jam empat sore, kami latihan di Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur. Mereka latihan jalan sesuai blocking," papar founder Agatha Management, Aurellia Agatha.

Menurut Agatha, tidak ada kesulitan saat mengajar anak-anak down syndrom berlatih blocking untuk fashion show. Hanya, sebelum berlatih ia harus memastikan mood anak-anak sedang bagus.

"Tantangannya hanya pada mood mereka. Apalagi kalau sebelum latihan mereka sedang capek atau lapar. Selebihnya, mereka cukup bisa memahami blocking," cerita Agatha.

Imbuhnya, dalam acara Down Syndrom Hebat, anak-anak tak sekadar fashion show dengan tema casual. Penampilan mereka dari masing-masing kategori, yaitu kids dan teenangers pun akan dinilai dan dipilih tiga juara utama serta tiga juara harapan.

"Kami nggak menilai bagaimana mereka catwalk, yang kami nilai hanya keberanian mereka tampil, fokus mereka terhadap materi blocking yang sudah diajarkan dan riasan mereka," papar Agatha.

Dalam fashion show tersebut, ia melakukan penjurian bersama Mister Global Indonesia Provinsi Jawa Timur 2019 yaitu Steven Christian Kwanjaya.

Penulis: Hefty's Suud
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved