Khofifah Minta Industri Kulit Magetan Sediakan Pengolah Limbah Agar Tak Cemari Lingkungan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta industri kulit di Magetan turut menjaga lingkungan dengan menyediakan pengolahan limbah.

Khofifah Minta Industri Kulit Magetan Sediakan Pengolah Limbah Agar Tak Cemari Lingkungan
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar pelaku UKM dan IKM di Jawa Timur bisa dikuatkan untuk mendongkrak kesejahteraan warga masyarakat Jawa Timur.

Akan tetapi ia menekankan agar setiap industri kecil menengah maupun usaha kecil menengah dalam berkarya mengeluarkan produk harus tetap memperhatikan lingkungan.

Seperti salah satunya limbah yang dibuang ke sungai harus sudah dalam keadaan terolah. Ini menurutnya penting agar tidak menimbulkan masalah baru yaitu pencemaran lingkungan.

Bahasan ini disampaikan Khofifah dalam kegiatan temu dengan UKM dan IKM di Jawa Timur, Minggu (25/3/2019).

"Kami dengan tim khusus sedang komunikasi dengan Pemkab Magetan, kami ingin supaya ada pengolahan limbah untuk mengolah industri kulit di sana," kata Khofifah.

Sebab pengolahan limbah industri kulit di sana masih kurang memadai sehingga butuh dikuatkan. Ia menegaskan, bagaimanapun, limbah yang dibuang harus sudah dalam kondisi diolah, tidak boleh dibuang begitu saja ke sungai.

"Upaya kita mempercepat pertumbuhan ekonomi salah satunya memang dari sektor UKM, IKM dan koperasi. Namun upaya ini harus bersinergi dengan ihtiar kita menjaga lingkungan," tandas wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut, di forum yang juga dihadiri oleh OPD dan Dekranasda itu, Khofifah mengajak sinergi untuk menggalakkan kembali koperasi wanita. Ia ingin koperasi-koperasi ini yang nantinya berperan untuk menghubungkan dengan jaringan eksportir.

Dengan begitu, pengembangan produk unggulan Jawa Timur untuk dibawa dan diekspor ke luar negeri akan semakin mudah aksesnya. Bahkan kalau bisa koperasi wanita antar kabupaten kota juga bisa sling terkoneksi.

"Ini penting untuk memberikan market access. Sebab beberapa kali saya turun itu, pelaku UKM yang sudah bagus sekalipun tak jarang yang masih mengeluhkan soal market access," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Emil Dardak. Ia siap mendukung apa yang menjadi gagasan Khofifah untuk menjaga agar produk IKM Jawa Timur tetap miliki visi ramah lingkungan.

"Tentu ini menjadi konsen kita. Tahun ini kita terus mendorong, mempromosikan produk unggulan Jawa Timur untuk bisa laku di pasar luar negeri. Dan sesuai dengan apa yang dipesankan ibu gubernur, masalah limbah yang terolah itu juga tidak bisa disepelekan," kata Arumi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved