Pacu Produktivitas Karyawan, Amar Bank Sukses Wujudkan Lingkungan Kerja Inspiratif

Amar Bank percaya melalui budaya dan lingkungan kerja yang produktif dan menyenangkan, dapat mendorong SDM untuk meraih mimpi besarnya

Pacu Produktivitas Karyawan, Amar Bank Sukses Wujudkan Lingkungan Kerja Inspiratif
ist
Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian (tengah) saat memberikan keterangan tentang sistim kinerja era milenial Amar Bank. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki lingkungan kerja yang nyaman dan mampu menjadi tempat untuk mengembangkan diri, merupakan idaman hampir seluruh karyawan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut harus ada komitmen tinggi dari perusahaan.

Bagi Amar Bank, Bank pelopor Financial Technology (fintech) dengan produknya Tunaiku, mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan lingkungan kerja yang menginspirasi merupakan komitmen utama bagi perusahaan, sesuai dengan moto Amar Bank, “Learn More, Earn More, Have Fun!”

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerjanya masing-masing. Budaya kerja di Amar Bank merupakan gabungan dari budaya kerja perusahaan rintisan (startup) dan budaya kerja perusahaan atau organisasi besar, walaupun lebih mirip dengan startup.

“Bisa dikatakan, budaya kerja yang diterapkan di Amar Bank ini seperti budaya kerja sebuah startup. Mengapa demikian, karena pada umumnya sebuah perusahaan atau organisasi besar lebih fokus terhadap kesenjangan (gap) kinerja dan sudah memiliki standar tersendiri yang harus dipertahankan. Sedangkan disini, yang menjadi fokus kami adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya menjadi ‘tampilan’ saja melainkan menjadi ‘pola pikir’. Beberapa karakteristik yang dapat diunggulkan dari pola pikir ini adalah kemampuan untuk melakukan eksperimen dan berani mengambil resiko," jelas Vishal, dalam rilisnya Sabtu (23/3/2019).

Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia, berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memiliki 63 juta milenial (rentang usia antara 20 hingga 35 tahun) yang merupakan usia produktif. Tentunya milenial memiliki peran yang besar pada era bonus demografi. Generasi ini dikatakan akan memegang kendali atas roda pembangunan yang diharapkan dapat membawa Indonesia menuju ke arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis.

Bonus demografi tersebut memang membawa manfaat yang besar bagi sebuah negara. Untuk itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang memiliki nilai lebih bagi generasi ini.

Terkait lingkungan kerja, ada empat hal yang diharapkan pekerja muda khususnya milenial dan Gen Z menurut hasil survey Deloitte Millennial 2018 yaitu; to be more diverse, flexible, nurturing of and generous. Empat hal ini adalah kunci perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang dapat membuat generasi milenial dan generasi Z lebih produktif.

Ratna Julia, Human Resource atau Head of People Function Amar Bank mengungkapkan, generasi milenial mendominasi SDM di Amar Bank.

"Oleh karenanya, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan seluruh karyawan dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam perkembangan karirnya juga perusahaan. Kami percaya melalui budaya dan lingkungan kerja yang efektif dan dinamis serta sesuai dengan nilai-nilai yang kami terapkan; Speed, Dream Big, Customer Focus, Experimentation, Growth and Fun, akan tumbuh semangat untuk terus berkembang dan maju bersama perusahaan," ungkap Julia.

Amar Bank percaya melalui budaya dan lingkungan kerja yang produktif dan menyenangkan, dapat mendorong SDM untuk meraih mimpi besarnya. Untuk menghadirkan lingkungan kerja yang menginspirasi, Amar Bank melakukannya dengan menerapkan nilai-nilai yang dimiliki, salah satunya dengan melakukan Friday Session.

Head of Retail Credit Amar Bank Abraham Lumban Batu mengungkapkan, sebagai bagian dari generasi milenial, pihak ga melihat persaingan antar perusahaan kini semakin ketat.

"Untuk dapat bersaing, seluruh karyawan di Amar Bank diberikan berbagai tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Setiap pekan, kami selalu mengadakan Friday Session dengan berbagai kegiatan seperti, skill sharing, book club, kevin’s game, birthday challenge, dan skit atau drama singkat tentang nilai-nilai yang ada di Amar Bank. Melalui berbagai kegiatan tersebut kami didorong untuk mampu menantang diri kami sendiri," jelasnya.

Temuan lainnya dari IDN Times dalam laporan Indonesia Milennial Report 2019 menunjukkan preferensi menarik milenial tentang kerja. Hasil survey dari total responden 1.400 milenial di 12 kota besar Indonesia menunjukkan, dalam memutuskan untuk bertahan atau tidaknya milenial dalam pekerjaan yang sama, fasilitas pengembangan diri yang lebih baik berada di urutan pertama yang dipilih oleh 26,5 persen milenial, kemudian besaran gaji diurutan kedua (17,1 persen), kondisi lingkungan kerja (15 persen ), waktu kerja (12,1 persen) dan sesuai passion atau tidak sebanyak (12,1 persen).

Budaya kerja dalam perusahan yang selalu menyenangkan dan didominasi oleh generasi muda, membuat Amar Bank selalu tampil lebih fresh dan tumbuh dengan sangat baik.

“Terus bermimpi besar, berani melangkah maju dan selalu haus untuk terus belajar mencoba serta cepat tanggap dalam menciptakan inovasi yang fokus pada kebutuhan masyarakat di masa depan, merupakan kredo kami sebagai konsep sebuah perusahaan masa depan seperti yang diterapkan di Amar Bank. Kami meyakini ketika SDM kami berkembang, maka perusahaan juga akan semakin berkembang,” tutup Vishal.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved