Danamon Jatim Berharap Pertumbuhan Kredit di Tahun 2019 Lebih Baik Dari 2018

Bank Danamon, optimistis di tahun 2019 mampu meningkatkan kinerja yang lebih baik dibanding tahun 2018. Terutama di sektor penyaluran kredit.

Danamon Jatim Berharap Pertumbuhan Kredit di Tahun 2019 Lebih Baik Dari 2018
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Andri Y Sambas (tengah), Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, saat memberikan informasi tentang kinerja Danamon di tahun 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau Bank Danamon, optimistis di tahun 2019 mampu meningkatkan kinerja yang lebih baik dibanding tahun 2018. Terutama di sektor penyaluran kredit. 

"Sepanjang tahun 2018, penyaluran kredit di wilayah Jatim mengalami peningkatan 3,38 persen. Harapannya tahun 2019 akan tumbuh lebih baik lagi," kata Andri Y Sambas, Regional Head PT Bank Danamon Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Menurut Andri, di tahun 2019 ini, di wilayah Jatim secara umum masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan di atas angka nasional. Sehingga potensi untuk pertumbuhan sektor industri, perdagangan, dan pembiayaan serta sektor lainnya masih besar.

"Hal itulah yang membuat kami optimis dengan harapan itu, apalagi Jawa Timur tidak hanya sebagai tempat produksi saja, tapi juga pasar, karena jumlah penduduknya yang besar, dan pasar produknya juga meluas hingga ke kawasan Indonesia Timur," ungkap Andri.

Kredit yang dikucurkan Bank Danamon Jatim saat ini paling besar adalah di sektor konsumsi. Antara lain, KPR, modal kerja dan pembiayaan.

Jemmy Toding, Regional SME Head Regional Surabaya, menambahkan, di wilayah Jatim, pasar SME atau usaha kecil menengah sangat besar.

"Kami ada beberapa produk terkait pembiayaan untuk SME ini. Dan menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, kami juga ada program modal usaha perdagangan yang terkait dengan event atau moment," tambah Jemmy.

Sementara itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Danamon di wilayah Jatim di tahun 2018 lalu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,90 persen. Dengan jumlah nasabah Bank Danamon di wilayah Jatim mencapai 157.000 nasabah. Angka itu masih menunjukkan kinerja yang positif di wilayah Jatim.

Sedangkan secara nasional, dalam laporan kinerja tahun 2018, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,9 triliun pada tahun 2018, atau tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong oleh pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci, antara lain Perbankan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Consumer Mortgage, Enterprise Banking serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance. Bank juga mencatatkan kualitas aset yang lebih baik, ditandai dengan turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5 persen.

“Sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun 2018 lalu, ditandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, MUFG,” kata Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon.

Portofolio kredit Perbankan UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 31,2 triliun. Portofolio Enterprise Banking, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11 persen menjadi Rp 41,5 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 29 persen menjadi Rp 7,8 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13 persen secara keseluruhan menjadi Rp 51,3 triliun pada akhir tahun 2018. Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15 persen dan 23 persen untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12 persen menjadi Rp 137,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved