Pengalaman Pemilik Mobil Tua yang Percayakan Perawatan Kendaraannya ke Bengkel Resmi

Merawat mobil tua memang tidak mudah. Tetapi Andreas Wijaya, kolektor mobil tua memercayakannya ke bengkel resmi. Apa alasannya?

Pengalaman Pemilik Mobil Tua yang Percayakan Perawatan Kendaraannya ke Bengkel Resmi
ist
Mobil Kijang Super keluaran tahun 1987 milik Andreas Wijaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Andreas Wijaya (34) punya pengalaman unik dalam merawat mobil tua. Ia memiliki beberapa unit mobil di bagasi rumahnya. Tapi, salah satu yang paling dia banggakan, yakni Kijang Super keluaran tahun 1987.

Ada seni dalam merawat dan memakai mobil tua, kata Andreas. Dari sisi eksterior, mobil Kijang itu tampak menarik. Body-nya terbilang mulus. Warnanya merah seperti warna di mobil Ferari.

"Saya sengaja memilih mobil warna seperti ini," kata Andreas, warga Surabaya, dalam acara Auto2000 Jawa Timur Regoin Exploration, Selasa (19/3/2019).

Agar mobilnya prima, pengusaha itu punya trik khusus dalam merawat mobil. Ia mempercayakan mobil tua kesayangannya itu hanya di bengkel resmi. Tak cuma itu, mekanik yang menangani mobilnya juga hanya satu orang.

"Semua mobil saya yang pegang namanya Pak Imam," terang Andreas.

Kecenderungan untuk merawat mobil lama di bengkel resmi -- seperti yang dijalani Andreas -- terbilang jarang. Kebanyakan pemilik mobil lama memilih untuk merawat mobilnya ke bengkel-bengkel umum.

Dengan hanya mempercayakan mobilnya dirawat di bengkel resmi, ia punya keyakinan lebih. "Selama ini enggak pernah ada keluhan apa-apa," ujar dia.

Kepala Bengkel Auto2000 HR Muhammad Andreas Totok Sugianto mengatakan, kebanyakan pemilik mobil menyervis di bengkel resmi sampai usia kendaraannya berkisar empat tahun. Secara presentase, jumlah kendaraan di atas empat tahun yang diservis dibengkel resmi mulai berkurang.

Hanya saja, Andreas punya kendala untuk ketersediaan suku cadang. Karena terbilang udzur, suku cadang untuk mobil itu susah didapat di bengkel resmi.

Alhasil, ia memilih membeli suku cadang yang tersedia di pasaran. Barang yang didapat lalu dipasang juga di bengkel resmi.

Dalam acara yang sama, beberapa pengguna mobil Toyota menyampaikan testimoni selama menyervis di bengkel resmi milik Auto2000 di Surabaya.

"Saya dulu pakai mobil Eropa karena belum percaya dengan mobil Jepang. Lalu pas pakai mobil Jepang saya yang sekarang, cukup puas," kata Santoso Halim, seorang kontraktor.

Ia menganggap, layanan servis di bengkel resmi memenuhi ekspektasinya. Kebetulan, Santoso mendalami dunia mesin dan mobil sejak lama. 

Layanan Purnajual Jadi Penompang Bisnis Masa Depan

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved