Berita Bisnis

Empat Strategi Toyota Avanza Hadang Penetrasi Xpander

Persaingan mobil kelas mini multi purpose vehicle (MPV) antara Toyota Avanza dan Mitshubishi Xpander kian ketat.

Empat Strategi Toyota Avanza Hadang Penetrasi Xpander
Tribunnews.com
Mobil Toyota Avanza New Veloz di pamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persaingan mobil kelas mini multi purpose vehicle (MPV) antara Toyota Avanza dan Mitshubishi Xpander kian ketat.

Pada 2018, penjualan Avanza di Surabaya turun akibat penetrasi Xpander dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun dalam dua bulan terakhir, pihak Toyota mengklaim mampu menjadi market leader. Pangsa pasarnya sekitar 37 persen. Sementara Xpander sekitar 20 persen.

"Tahun 2018 adalah fese yang sangat berat. Tidak bisa dihindari, kompetisi kita sangat luar biasa," kata Kepala Auto2000 Cabang HR Muhammad, Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Pada tahun ini juga, kata Hasan, pihaknya menerapkan empat strategi buat mempertahankan pasar yang telah ada.

"Pertama, Avanza memberikan kemudahan tukar tambah Avanza lama dengan Avanza baru," terang Hasan.

Kemudahan itu berupa pemberian subsidi harga. Besarannya kurang-lebih Rp 5 juta. Dengan mendorong pengguna Avanza lama beralih ke Avanza baru, pihaknya berharap penjualan unit baru bisa terus tumbuh.

Deretan mobil Mistubishi Xpander yang telah selesai perakitannya di Pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) Cikarang, Jawa Barat
Deretan mobil Mistubishi Xpander yang telah selesai perakitannya di Pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) Cikarang, Jawa Barat (Tribunnews.com)

"Kenapa tukarnya masih Avanza, karena market nasional ada jutaan. Jadi tidak perlu menyisir merek lain. Nyisir yang kita punya saja tidak selesai," terangnya.

Pasar Avanza terbilang besar karena kendaraan ini termasuk yang paling laris. Produk Avanza juga bervariasi selama dalam rentang produksi mulai 2004.

Strategi kedua, menawarkan penggantian merek Avanza baru bagi pembeli yang masih mengangsur. Besaran angsuran bakal disamakan dengan angsuran lama. Hanya, jangka waktu pembayarannya yang disesuaikan.

"Tinggal diatur tenorbya saja. Mau diperpanjang satu tahun atau dua tahun bisa," imbuh Hasan.

Setrategi ketiga, penerapan uang muka rendah, yakni 15 persen khusus produk Avanza. Dengan uang muka rendah itu, calon pembeli bisa mengangsur hingga lima tahun. Dengan cara ini, pihaknya berharap calon pembeli yang uang mukanya terbatas dapat tertarik.

Setrategi terakhir adalah penerapan balloon payment. Calon pembeli bisa membawa pulang Avanza baru dengan uang muka 20 persen dan angsuran disesuaikan kemampuan. Selisih sisa angsuran dan harga mobil dibayarkan dibelakang.

"Ini cocok untuk yang berpenghasilan tetap dengan kemampuan angsuran antara Rp 2-3 juta per bulan," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved