Berita Probolinggo

Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Meningkat, Sebaran Abunya Meluas Hingga Wonokitri Pasuruan

Hingga saat ini, sebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Bromo telah mencapai Wonokitri, Pasuruan.

Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Meningkat, Sebaran Abunya Meluas Hingga Wonokitri Pasuruan
surya.co.id/istimewa
Asap hitam tebal terlihat membumbung hingga ketinggian 1.500 meter di atas puncak kawah Gunung Bromo, Senin (18/3/2019). 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Gunung Bromo terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Senin (18/3/2019).

Hingga saat ini, sebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Bromo telah mencapai Wonokitri, Pasuruan.

"Sebelumnya hanya di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo tapi saat ini meluas hingga ke Wonokitri, Pasuruan," kata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, Rabu (20/3/2019).

Ia menjelaskan sebaran abu vulkanik Gunung Bromo mengikuti arah angin yang saat ini mengarah ke Probolinggo dan Pasuruan.

Berdasarkan pos pantau Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG), Selasa (19/3/2019), tercatat 28 kali letusan terjadi di Gunung Bromo dengan tinggi asap sekitar 1.000 sampai 1.200 meter dari bibir kawa.

"Sebelumnya, tinggi asap 500 meter sampai 700 meter. Warna asap putih, kelabu hingga hitam," kata Syarif.

Syarif mengatakan ketebalan abu vulkanik di lokasi terdampak setebal 1cm.

Kendati mengalami peningkatan aktivitas, Gunung Bromo dinyatakan masih aman dikunjungi karena berada dilevel II (waspada).

"Namun kami pasang larangan tidak boleh mendekat ke kawah hingga radius 1 Km," ucapnya.

Berdasarkan rilis resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) masih fluktuatif dan statusnya masih waspada.

Berdasarkan pengamatan pada Selasa (19/3/2019) pukul 06.00-12.00 WIB, secara visual gunung api terlihat jelas, kemudian berkabut.

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal yang tingginya 900-1.500 meter di atas puncak kawah.

Hujan abu juga sempat mengguyur di kawasan Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Bromo yang berada di Desa Ngadisari, kemudian terdengar suara dentuman dari kawah Gunung Bromo.

Secara kegempaan, jumlah letusan sebanyak lima kali dengan amplitudo 27-34 milimeter dengan durasi 16-46 detik, kemudian tremor terus menerus terekam dengan amplitudo 0,5-31 milimeter, sehingga kesimpulannya status Gunung Bromo masih waspada atau level II. (Aminatus Sofya)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved