Waspadai Permainan Politik Uang Dalam Pemilu di Sidoarjo

Potensi adanya permainan politik uang dalam perhelatan pemilihan umum 2019 di Sidoarjo sudah sangat kentara. Waspadalah!

Waspadai Permainan Politik Uang Dalam Pemilu di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Suasana sosialisasi pengawasan pemilu yang digelar Bawaslu Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (18/3/2019). 

SURYA.co.id  | SIDOARJO - Potensi adanya permainan politik uang dalam perhelatan pemilihan umum 2019 di Sidoarjo sudah sangat kentara.

Bahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo mengaku sudah mendapat sejumlah laporan, serta telah mengidentifikasi adanya praktik tak terpuji tersebut.

Identifikasi Bawaslu menyebut, politik uang berpotensi terjadi menjelang perhelatan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif nanti.

"Sudah sekitar sepekan Bawaslu mengidentifikasi itu, dan potensinya sangat besar," kata Komisioner Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugroho di sela acara sosialisasi pengawasan pemilu di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (18/3/2019).

Diungkapkannya, Bawaslu juga menerima beberapa aduan atau laporan dari masyarakat terkait beberapa indikasi bakal terjadinya politik uang pada Pileg dan Pilpres nanti.

Kemudian Bawaslu melakukan identifikasi melalui kuesioner di masing-masing kecamatan dengan melibatkan pihak penyelenggara terkait. Dan hasilnya, potensi itu memang cukup besar.

"Namun sampai saat ini kasus-kasus money politic memang masih belum sampai muncul ke publik. Karena memang belum ada lawan mainnya," sambung Agung Nugroho.

Sejauh ini, diperkirakan potensi terjadinya money politik jelang Pilpres 2019 di Kabupaten Sidoarjo mencapai 60 persen.

"Potensi itu bisa dilihat dimasing-masing kecamatan. Bagaimana dimensi politik uang di Sidoarjo sudah sangat kencang," tandasnya.

Dengan identifikasi atau upaya deteksi itu, pihaknya kemudian bisa melakukan upaya pencegahan. Agar praktik tidak terpuji dalam pemilu tersebut bisa dihadang, atau ditekan semaksimal mungkin.

Dalam upayanya, Bawaslu juga berharap peran aktif media massa. Mereka berusaha menjalin sinergitas insan pers dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu mendatang.

"Pers adalah mitra kami dalam hal pengawasan, pemberi masukan, dan evaluasi bagi kami. Ketika ada beberapa potensi pelanggaran, bisa sama-sama melakukan pencegahan. Terutama pencegahan terhadap money politik," ungkap Jamil, Koordinator Divisi Penyelesaian sengketa Bawaslu Sidoarjo.

Pers, dikatakan dia, dirasa perlu menjalin sinergitas bersama penyelenggara pemilu. Selain sama-sama menguatkan system demokrasi yang ada, juga bisa mengaktualisasikan demokrasi dengan baik.

"Peran media juga sangat penting dalam pelaksanaan pemilu. Selain pengawasan atau kontrol, media juga menjadi pusat penyebaran informasi positif agar pemilu berjalan dengan baik, aman, dan berkualitas," pungkasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved