Situs Sekaran

Dilihat Dari Google, Situs Sekaran yang Baru Ditemukan di Malang Terletak di Tengah-tengah 4 Candi

Arkeolog yang meneliti Situs Sekaran yang baru ditemukan di Malang, berada tepat di tengah-tengah 4 candi besar di Malang Raya.

Dilihat Dari Google, Situs Sekaran yang Baru Ditemukan di Malang Terletak di Tengah-tengah 4 Candi
surabaya.tribunnews.com/rifky edgar
Struktur bangunan yang ada di Situs Sekaran, Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang kini mulai nampak setelah dilakukannya proses esvakasi oleh Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Senin (18/3). 

SURYA.co.id | MALANG - Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim), Wicaksono Dwi Nugroho menyebut bahwa Situs Sekaran tepat berada di tengah empat Candi yang ada di Kota Malang.

Empat candi yang dimaksud ialah Candi Singosari, Candi Kidal, Candi Jago dan Candi Badut.

"Kemarin Minggu (17/3), saya iseng menarik garis lurus dengan menghitung jarak Situs Sekaran ini ke empat candi yang ada di Kota Malang melalui Google. Ternyata lokasinya tepat berada di tengah-tengah," ucapnya.

Dari perhitungan yang dilakukan oleh Wicaksono tersebut, jarak yang diperoleh ialah 8 Kilometer dari Candi Singosari, 8 Kilometer dari Candi Badut, 9 Kilometer dari Candi Jago dan 7 Kilometer dari Candi Kidal.

Meskipun demikian, apa yang ia lakukan hanyalah sebuah eksperimen saja dan bukan menjadi sebuah patokan apakah Situs Sekaran ini mempunyai kaitan dengan empat candi tersebut.

"Kami hanya bereksperimen saja. Tapi yang jelas, Situs Sekaran ini menghadap lurus ke Gunung Semeru," ucapnya.

Setelah seminggu melakukan esvakasi, tim dari BPCB Jatim itu mulai menemukan titik terang bentuk bangunan yang tersusun dari batu bata tersebut.

Meskipun belum memastikan secara pasti bentuknya, Wicaksono menyebut bahwa Situs Sekaran yang berada di Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini ialah sebuah bangunan.

Bangun tersebut merupakan bangunan dari batu bata yang ditopang oleh kayu dengan beratapkan Ijuk.

Kata Wicaksono, Ijuk sendiri merupakan lapisan dari pohon aren yang biasanya digunakan pada sapu, atau atap dari rumah-rumah zaman dulu.

"Kami tidak menemukan serpihan genteng di lokasi ini. Kemungkinan, atapnya memakai Ijuk," ucapnya.

Kini, proses esvakasi di Situs Sekaran ini diperluas lagi ke bagian barat setelah ditemukan lagi beberapa batu bata yang tersusun rapi.

Proses rekonstruksi juga dibagi menjadi beberapa bagian, bagian pintu gerbang, trap atau anak tangga, bangunan utama, serta beberapa bangunan lain yang ditemukan.

"Awalnya, kami menduga bangunan ini menyambung besar. Sekarang makin jelas kalau ada pintu gerbang, ada latar, masuk bangunan yg ada di tengah. Oleh karena itu, kami membuat garis rekonstruksi," ucapnya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved