Berita Jawa Timur

Polda Jatim Telusuri Penyebar Isu Kiamat yang Bikin Warga 'Hijrah' Massal ke Malang

Polisi menyatakan sudah mengantongi identitas, mulai dari nama dan alamat terkini beberapa orang yang diduga tertipu hoax tentang kiamat.

Polda Jatim Telusuri Penyebar Isu Kiamat yang Bikin Warga 'Hijrah' Massal ke Malang
Surabaya.Tribunnews.com/Mohammad Romadhoni
Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menelusuri penyebar informasi Hoax Kiamat yang meresahkan masyarakat di Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, berkali-kali pihaknya sudah menyampaikan bahwa di Indonesia saat ini menghadapi tantangan mengenai informasi Hoax. Informasi Hoax ini dibentuk sedemikian rupa untuk melakukan penipuan terhadap publik atau yang diinginkan user.

"Informasi tentang hari kiamat itu disebarkan secara sistematis yang kemudian sebagian masyarakat menjadi percaya," ungkapnya di Mapolda Jatim, Senin (18/3/2019).

Barung Mangera menjelaskan hal itu bahkan berdampak kepada beberapa masyarakat yang percaya sehingga mereka menjual rumah, harta dan semuanya untuk mengikuti informasi Hoax tersebut.

"Padahal pesantren yang berada di Kota Batu menyatakan bahwa adanya informasi kiamat adalah hoax yang tidak pernah disampaikan seperti itu," jelasnya.

Lagi, Kebakaran Bikin Ludes Kios Bensin di Kota Malang. Tiga Motor Ikut Terbakar

Gara-gara Isu Kiamat, Warga Umbulsari Jember Juga Jual Aset Untuk Modal Mondok ke Kasembon

Pihak Kepolisian menyatakan sudah mengantongi identitas mulai dari nama dan alamat terkini beberapa orang yang diduga tertipu soal hoax meskipun mereka sudah menjual rumahnya.

"Meskipun rumah mereka sudah dijual tetapi kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui secara pasti dari mana hoax itu diterima sehingga membuat masyarakat resah," terangnya.

Guna menangantisipasi adanya kejadian ini agar tidak terulang kembali, Polda Jatim bekerjasama dengan tokoh agama, Nahdlatul Ulama dan Departemen Agama untuk meluruskan seluruh informasi yang bersifat hoax, apalagi yang menyangkut kiamat.

"Saat itu juga kami mendatangi pesantren dimaksud untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak pernah menyampaikan seperti yang didapatkan oleh masyarakat terkait informasi hoax kiamat itu," terangnya.

Barung Mangera menambahkan saat ini pihaknya fokus untuk menelusuri informasi awal yang mengakibatkan informasi hoax kiamat ini beredar sehingga diterima oleh masyarakat.

"Yang menyebarkan pertama (Hoax Kiamat) itu yang di Ponorogo," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved