Liputan Khusus

Pakar Geoteknik ITS : Sering Tak Terpikirkan Jika Tol Punya Efek Bendung

Banjir di ruas Tol Kertosono-Ngawi, menunjukkan ada yang perlu dikoreksi dalam sistem perencanaan pembangunan jalan tol di Indonesia

Pakar Geoteknik ITS : Sering Tak Terpikirkan Jika Tol Punya Efek Bendung
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Untuk mencegah air masuk ke jalur Tol Surabaya-Madiun di KM 603+800 - 604+200 jalur B, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memasang tanggul air sementara menggunakan sandbag, Jumat (8/3/2019). 

News Analysis
Prof Indrasurya B Mochtar
Pakar Geoteknik ITS

SURYA.co.id - Banjir di sebagian ruas Tol Kertosono-Ngawi, Kamis (7/3/2019), menunjukkan ada yang perlu dikoreksi dalam sistem perencanaan pembangunan jalan tol di Indonesia.

Perencanaan selama ini selalu berdasarkan muka banjir tertinggi.

Dalam ketentuan nasional, tinggi jalan tol yakni 1 meter di atas muka banjir tertinggi.

Dengan tergenangnya jalan tol mencapai sekitar 80 cm menunjukkan, tinggi air saat banjir itu adalah 180 cm di atas prakiraan muka banjir tertinggi.

Kondisi ini bisa terjadi antara lain karena sering tidak terpikirkan bahwa jalan tol juga mempunyai efek bendung.

Efek bendung pada jalan sering tidak diperhatikan, karena cukup sukar.

Tidak semua jalan yang dekat dengan sungai memiliki efek bendung.

Misalnya, jalan tol yang arahnya sejajar dengan aliran air.

Kejadian banjir itu bisa terjadi antara lain karena gorong-gorong yang ada di jalan tol terlalu kecil.
Debit air yang besar membuat gorong-gorong tak mampu mengalirkannya ke sisi seberang jalan secara baik.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved