Grahadi

Beranda Grahadi

Gubernur Khofifah Harap Ikan Lele Jadi Produk Unggulan Kabupaten Kediri

Gubernur Khofifah menjelaskan, ikan Lele selain mengandung nilai gizi yang tinggi juga bisa diolah menjadi berbagai makanan

Gubernur Khofifah Harap Ikan Lele Jadi Produk Unggulan Kabupaten Kediri
Ist/ Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan sekaligus bershalawat bersama dgn para anggota muslimat NU pada acara peringatan Harlah Muslimat NU ke 73 dan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 H di lapangan Stadion Candra Bhirawa Kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap ikan Lele bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Kediri. Hal ini sangat beralasan karena di daerah Plosoklaten Kabupaten Kediri terdapat tempat budidaya lele yang proses kelahiran atau birthing-nya sudah bersertifikat ISO.

“Saya pernah berkunjung ke budidaya lele di Plosoklaten Kediri yang proses birthing-nya sudah ber-ISO. Menurut saya ini keren sekali, dan bisa menjadi unggulan Kabupaten Kediri,” tukas Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara Harlah Muslimat NU ke-73 dan Rekor MURI Makan Lele sebanyak 19.824 olahan bersama ribuan Anggota Muslimat NU di Stadion Candra Bhirawa, Pare, Kediri, Senin (18/03/2019).

Gubernur Khofifah menjelaskan, ikan Lele selain mengandung nilai gizi yang tinggi juga bisa diolah menjadi berbagai makanan diantaranya dawet lele, es krim lele, ataupun nugget lele. Oleh sebab itu, dirinya memprakarsai perolehan Rekor Muri dengan kategori “Makan Lele Bersama Terbanyak”.

“Untuk penguatan perdagangan antar wilayah bisa diperkuat melalui industri olahan dan bahan dasarnya adalah lele dan menurut saya ini sangat mudah dikembangkan karena embrionya sudah ada,” urai Gubernur perempuan pertama di Jatim ini sembari meyakinkan dengan budidaya yang terstandar dan kreatifitas maka lele akan bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Kediri.

Gubernur Khofifah menceritakan, saat bertemu dengan pengelola budidaya ikan lele tersebut disampaikan bahwa kendalanya terletak pada pemasaran. Karenanya, dirinya sudah bertemu dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan meminta untuk penambahan layanan.

“Mulai Senin ini BPOM akan membentuk satu layanan di Bakorwil Jember dan Bakorwil Pamekasan dan akan terus dikembangkan untuk 5 Bakorwil lainnya,” terangnya.

Ditambahkan, di sisi layanan perijinan untuk masyarakat Pusat Layanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menambah 13 sektor perijinan. Dengan semakin dekatnya layanan perijinan dari PTSP maupun BPOM akan mempermudah dan mempercepat masyarakat.

“Kami ingin bagi IKM yang kesulitan mendapat ijin baik dari POM dan PTSP bisa semakin dipercepat, sehingga bisa segera dilakukan pemetaan terhadap produk unggulan tiap kab/kota,” urai Gubernur Khofifah.

Ia berharap para anggota Muslimat NU bisa ikut berbudidaya lele karena prospektusnya sangat bagus.

“Mulai dari hulu hingga hilirnya akan diurusi atau istilahnya ada hilirisasi Ikan Lele, sehingga semua masyarakat Kabupaten Kediri bisa ikut menyukseskan,” pungkasnya.

Pada kegiatan yang digelar sekaligus untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tersebut, Gubernur Khofifah terlihat akrab dan berbaur bersama ribuan anggota Muslimat NU yang hadir, serta bersholawatan bersama.

Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Forkopimda Kabupaten Kediri, Pengurus Muslimat NU Jatim dan Cabang Kediri, serta 17.300 anggota Muslimat NU dari seluruh penjuru Kabupaten Kediri. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved