Liputan Khusus

Cerita Warga Desa di Kabupaten Madiun saat Air Sungai Meluap, Lalu Rendam Jalan Tol

Air bah datang dari sisi utara sungai. Arus deras itu terbendung tanggul, sehingga tak bisa masuk ke sungai.

Cerita Warga Desa di Kabupaten Madiun saat Air Sungai Meluap, Lalu Rendam Jalan Tol
surya.co.id/istimewa
Banjir bandang yang melanda 12 kecamatan di Kabupaten Madiun, pekan lalu. Foto diambil dari helikopter. 

SURYA.co.id | MADIUN - Bencana banjir sebenarnya bukan persoalan baru bagi warga Plumpung, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Dalam 10 tahun terakhir, beberapa kali air Sungai Jeroan meluber dan masuk ke permukiman warga.

Tapi, banjir dengan ketinggian 2 meter baru pertama kali terjadi.

Plumpung merupakan dusun dengan kontur tanah terendah dibanding dusun lain di Glonggong.

Tak seperti biasa, air bah datang dari sisi utara sungai. Arus deras itu terbendung tanggul, sehingga tak bisa masuk ke sungai.

Sementara di sisi lain, aliran air juga terbendung jalan tol Kertosono-Ngawi.

Saluran air atau gorong-gorong berdiameter 1 meter yang jumlahnya tak banyak, tak sanggup mengalirkan air ke sisi seberang.

Itu sebabnya, air meninggi dan menggenang 400 meter jalan tol di satu jalur.

Air tak bisa melimpah ke jalur lain karena terhalang median jalan yang terbuat dari beton.

“Dulu kalau banjir, air bisa mengalir ke sana (Desa Sogo). Jadi di sini tidak tinggi seperti kemarin. Kemarin itu air numpuk di sini,” ujar Suharti, warga dusun Plumpung.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved