Serapan Anggaran Sangat Rendah, Kinerja Pemkab Sidoarjo Kembali Disorot

Kinerja Pemkab Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Kali ini terkait rendahnya serapan anggaran.hingga 15 Maret 2019, APBD 2019 baru terserap 6,85 persen

Serapan Anggaran Sangat Rendah, Kinerja Pemkab Sidoarjo Kembali Disorot
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kondisi Jalan Raya Bulang-Prambon yang rusak parah sejak tiga bulan belakangan mulai diperbaiki secara ringan sambil menanti proses lelang. Kegagalan proses lelang menjadi salah satu alasan kinerja anggaran yang buruk di Pemkab Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kinerja Pemkab Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Kali ini terkait rendahnya serapan anggaran. Secara prosentase, penyerapan anggaran tahun ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Terhitung hingga 15 Maret 2019, anggaran dari APBD 2019 baru terserap sekitar 6,85 persen. Jauh di bawah tahun lalu, yang pada periode sama serapannya mencapai kisaran 10 persen.

"Jika tahun lalu saja ada Silpa atau anggaran tidak terserap sampai sekitar Rp 1 triliun, melihat kondisi serapan triwulan pertama tahun ini sepertinya angka Silpa akan lebih besar. Ini yang dikhawatirkan," kata Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Taufik Hidayat Tri Yudono, Minggu (17/3/2019).

Pihaknya mengaku sangat menyayangkan kondisi itu. Serapan anggaran selalu menjadi masalah. Setiap tahun, pada bulan-bulan pertama selalu sangat kecil serapannya.

"Semua tahu, kondisi itu disebabkan program pembangunan yang tidak bisa berjalan di awal tahun," ujar politikus PDIP ini.

Dan selama ini, menurut dia, DPRD Sidoarjo sudah mendesak pemkab agar proses perencanaan dikerjakan sejak PAK tahun lalu, supaya semua pekerjaan bisa langsung start sejak awal tahun.

"Tapi nyatanya, hanya sedikit perencanaan yang dikerjakan. Dan kondisi serapan anggaran tetap seperti sebelumnya, rendah di awal-awal tahun," lanjutnya.

Cak Nur Ajak Millenial Sukseskan Pemilu 2019

Peringati Hari Pers Nasional, Wartawan di Kediri Gelar Rukyah Massal

Senada disampaikan Ketua Fraksi PAN DPRD Sidoarjo Bangun Winarso. Dikatakan dia, capaian serapan anggaran seharusnya menjadi perhatian karena setiap tahun jumlah anggaran pembangunan yang tidak terserap terus naik.

"Tahun lalu silpa Rp 1 triliun. Jika tahun ini tidak ada upaya atau perhatian lebih, sangat mungkin angka Silpa akan lebih besar dibandingkan tahun lalu," paparnya. 

Disebut oleh Anggota Komisi D itu, pemkab harus memacu serapan anggaran. Caranya, semua program pembangunan terus dipantau dan dipacu agar pada triwulan kedua hingga ke empat berjalan.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved