Konferwil Ansor Jatim Digelar Pasca Pemilu, Gus Abid Diusulkan Sebagai Ketua Lewat Aklamasi

Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jatim akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) dalam waktu dekat. Gus Abid punya peluang besar jadi Ketua

Konferwil Ansor Jatim Digelar Pasca Pemilu, Gus Abid Diusulkan Sebagai Ketua Lewat Aklamasi
surya.co.id|bobby constantine koloway
Gus Abid. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Timur akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) di dalam waktu dekat.

Rencananya, Konferwil ormas pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini akan digelar pasca penyelenggaraan pemilu, 17 April 2019 mendatang.

Meskipun masih menyisakan banyak waktu, namun arah dukungan telah mengerucut ke sosok Moh Abid Umar, pria yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim.

Dukungan ini di antaranya datang dari GP Ansor Kota Surabaya yang gamblang mendukung pria yang akrab disapa Gus Abid sebagai calon tunggal Ketua PW GP Ansor Jatim periode 2019-2023.

Anggaran Rp 1 Miliar Disiapkan untuk Membeli Seragam Baru Petugas Linmas di Kota Blitar

Ketua TKD Jatim Sebat Penangkapan Ketum PPP Oleh KPK tak Pengaruhi Suara Jokowi

HM Faridz Afif, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Surabaya menjelaskan bahwa dukungan kepada putera keluarga Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri itu telah bulat. Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Gus Afif ini berharap Konferwil nanti memilih Ketua secara aklamasi dengan semangat musyawarah mufakat.

"Kalau Ansor Surabaya sudah bulat dukung Gus Abid. Kami yakin mayoritas cabang lain juga punya pemikiran yang sama sehingga peluang pemilihan secara aklamasi bisa tercapai," tutur Afif di Surabaya.

Afif menjelaskan alasan mendorong Gus Abid sebagai calon tunggal Ketua GP Ansor Jatim. Menurutnya, Gus Abid yang merupakan Ketua GP Ansor Jatim melalui SK Pimpinan Pusat berhasil mengemban amanah organisasi.

Hal itu terbukti dengan jalannya organisasi Ansor di Jawa Timur pasca Gus Abid mengemban tugas sejak akhir 2018 silam. Afif mencontohkan, di era kepemimpinan Gus Abid, sejumlah konferensi cabang di tingkat kabupaten maupun kota se-Jatim bisa terselenggara dengan tepat waktu.

Di Festival Rujak Uleg Surabaya 2019, Wali Kota Tri Rismaharini Kenang Duka Bom Gereja Setahun Lalu

Baru Berusia 24 Tahun, Rendra Raih Gelar Doktor Termuda di ITS

Tentu, hal itu berdampak pada roda organisasi yang juga berjalan dengan lancar. Selain itu, agenda di wilayah juga sudah berjalan, mulai Rakerwil dan Rakorwil hingga agenda internal seperti majelis Rijalul Ansor.

"Selama dipimpin Gus Abid, hubungan internal dengan cabang juga harmonis dan terjalin kekompakan. Selain itu, Gus Abid bisa menjalin komunikasi keluar, termasuk dengan Gubernur (Khofifah Indar Parawansa). Saya kira itu modal yang cukup untuk memimpin Ansor Jatim 4 tahun ke depan," ujar politisi PKB ini.

Alumni pascasarjana Unair ini berharap dengan pemilihan secara aklamasi bisa meminimalisir perpecahan internal pasca Konferwil. Sebab, ia menyebut adanya potensi konflik akibat rasa kecewa kandidat yang kalah beserta pendukungnya.

Oleh karena itu, pihaknya lebih setuju pemilihan Ketua Ansor Jatim nanti melalui mekanisme musyawarah mufakat dari pada voting. Dengan begitu, keputusan akan bulat dan semua pihak merasa ikut bertanggungjawab atas keputusan yang diambil.

Rencananya, Ansor Surabaya akan menyosialisasikan ini ke struktur internal di bawah maupun ke sesama pimpinan cabang. "Tantangan ke depan semakin komplek. Sementara kerja Gus Abid selama 3 bulan memimpin Ansor Jatim sudah baik. Karena itu sebaiknya dilanjutkan saja secara definitif 4 tahun ke depan," pungkas Afif.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved