Single Focus

E Health Surabaya, Tak Ada Lagi Antrean di Loket RSUD Soewandhie, Terhubung Layanan Online BPJS

Kota Surabaya saat ini tengah menerapkan sistem layanan online di bidang kesehatan atau E Health Surabaya.

E Health Surabaya, Tak Ada Lagi Antrean di Loket RSUD Soewandhie, Terhubung Layanan Online BPJS
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
LAYANAN ONLINE - Warga melakukan pendaftaran antrean online di RS Soewandhie, Jumat (15/3/2019). Dua RS milik Pemkot Surabaya yakni RSUD Soewandhie dan RSUD Bhkti Dharma Husada (BDH) Surabaya sudah menjalankan sistem layanan online E Healt. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya saat ini tengah menerapkan sistem layanan online di bidang kesehatan atau E Health Surabaya. Sistem layanan berbasis internet dan aplikasi ini tidak saja melenyapkan antrean panjang di loket layanan rumah sakit, namun rujukan pasien menjadi lebih cepat. 

Bahkan layanan kepesertaan BPJS di setiap rumah sakit juga bisa terlayani melalui sistem e health Surabaya ini. Pasien bisa dengan mudah dan efektif mendapat layanan BPJS dengan sistem ini. Sebab semua data KTP dan BPJS itu terhubung dengan layanan online ini. 

Satu lagi, pasien tak perlu membawa semua berkas yang tidak perlu. Mereka cukup membawa identitas KTP.  Petugas tak perlu lagi menanyakan nama dan identitas pasien karena semua sudah terhubung melalui sistem informasi rumah sakit (SIMRS) dan sistem informasi Puskesmas (SIMPus). Semua terhubung dengan data kependudukan. 

Saat ini seluruh 63 Puskesmas di Kota Surabaya dan dua RSUD yakni RSUD Soewandhie serta RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya sudah menjalankan sistem layanan berbasis online ini. 

"Kasihan kalau dini hari harus lomba antre terdepan sampai memasang sandal di antrean karena capek. Kami jawab problem klasik ini dengan e health. Rujukan juga dengan sistem ini," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Beppeko) Eri Cahyadi, Minggu (17/3/2019).

Bidang kesehatan ini menjadi bidang dasar bersama bidang Pendidikan untuk mendapat prioritas perhatian. Pembangunan di bidang kesehatan menjadi kebutuhan primer bagi warga Kota Surabaya. Puskemas dan RSUD harus mendapat sentuhan inovasi percepatan Pembangunan

Selain Pembangunan sarana prasarana, sistem layanan menurut Eri paling mendesak untuk menyentuh hak dasar warga Kota Surabaya.

"Harus terus ditingkatkan layanan di bidang kesehatan. Rumah sakit milik Pemkot harus menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi setiap warganya," kata Eri.

Saat ini problema yang biasa ditemukan saat melayani kesehatan     adalah lamanya waktu layanan. Utamanya adalah lamanya masa antrean. Pemkot Surabaya mengurai problema itu dengan memanfaatkan era teknologi informasi dengan layanan e Health. 

Data di Bappeko menyebutkan bahwa sebenarnya layanan e health Surabaya itu sudah mulai dioperasikan sejak 2014. Namun kehadirannya makin menjawab problema antrean di Puskesmas dan RS. Apalagi di era Gadget saat ini makin menunjang peningkatan layanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkot Surabaya.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved