Berita Pasuruan

Begini Cara Pegiat Seni Budaya Tekankan Pemahaman dan Wawasan Seni ke Anak Muda

Selain pameran seni, ada juga pagelaran seni yang meliputi seni tari, taeter dan musik.

Begini Cara Pegiat Seni Budaya Tekankan Pemahaman dan Wawasan Seni ke Anak Muda
surya.co.id/galih lintartika
Penampilan seni teater yang mengusung tema budaya dalam acara Pagelaran dan Pameran Seni bertemakan Sanggar Matahari, digelar selama dua hari, 16 - 17 Maret di Jalan Jambangan 2 no 83, Kota Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pagelaran dan pameran seni bertemakan "Sanggar Matahari" digelar selama dua hari, 16 - 17 Maret di Jalan Jambangan 2 no 83, Kota Pasuruan.

Pagelaran dan pameran seni ini diselenggarakan oleh Sanggar Seni Cuciotak Rahmatalam Pasuruan.

Dan diikuti para perupa yang kerap sekali meramaikan kesenian seni rupa di tingkatan nasional.

Mulai dari masyarakat, pelajar, komunitas seni lokal dan interlokal yang berasal dari Pasuruan, Malang dan sekitarnya

Selain pameran seni, ada juga pagelaran seni yang meliputi seni tari, taeter dan musik.

Pameran dan pagelaran ini memiliki pesan khusus bagi para pengunjungnya.

Ketua Penyelenggara pameran dan pagelaran seni Sanggar Matahari, Wahyu Setiadi, menjelaskan, pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini adalah semoga darah seni takkan berhenti hingga mengering di ujung hati.

"Kami berharap, seni seperti ini tetap bisa dipertahankan dan dilestarikan. Jangan sampai semangat ini luntur, tetap jaga budaya Indonesia. Menjaga kelestarian seni dan budaya tanah air itu sifatnya wajib dan penting," katanya kepada SURYA.co.id, Minggu (17/3/2019).

Ia menjelaskan, generasi penerus adalah generasi yang paham dalam memaknai arti perjuangan, Indonesia merdeka bukanlah hal yang sangat remeh dan dibutuhkan perjuangan sampai titik darah penghabisan untuk bisa meraihnya.

"Butuh pengorbanan gigih untuk menyatukan pemikiran yang berbeda-beda. Dan tak sepantasnya bila generasi penerus mulai memupuskan sejarah yang telah membentuk indonesia hingga seperti ini," ujar Wahyu, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, dari dasar pemikiran itu, Sanggar Seni menggelar kegiatan ini.

Ia dan temannya ingin memberikan pemahaman, generasi penerus merupakan ujung tombak perubahan dan perkembangan sebuah peradaban.

"Kami berharap, pentingnya memahami kreatifitas sebagai sarana perkembangan diri yang positif baik dari sisi ekonomi, sosial hingga spiritual menjadikan kegiatan sebagai wadah expresi diri dalam berkarya untuk terus kreatif dan inovasi dalam berkesenian dan berbudaya," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved