Berita Madiun

Alasan Kejari Kota Madiun yang hingga kini Belum Mengeksekusi Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Setahun lebih, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur, Bayu Samodra (22) belum juga dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun.

Alasan Kejari Kota Madiun yang hingga kini Belum Mengeksekusi Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur
SURYAOnline/rahadian bagus
Humas PN Kota Madiun, Catur Bayu Sulistiyo. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sudah setahun lebih, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur, Bayu Samodra (22) belum juga dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun. Padahal, Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kota Madiun.

Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Kota Madiun, Hambaliyanto, yang menangani kasus ini menuturkan, pihaknya telah menerima petikan putusan dari MA. Bayu divonis bersalah dengan hukuman lima tahun penjara.

"Kami sudah menerima petikan putusan dari MA, bahwa terdakwa Bayu Samodra Wibawa (21) divonis bersalah dengan hukuman lima tahun penjara," kata Hambaliyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/2/2018), setahun lalu.

Hambali menuturkan, surat petikan putusan dari MA bernomor 1741K/Pid.Sus/2017 tersebut diterbitkan pada 11 Desember 2017, dan baru diterima Kejari Kota Madiun pada 29 Januari 2018, lalu.

Terhadap vonis dari MA yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Prof Dr Surya Jaya tersebut, Kejari Kota Madiun belum dapat melakukan eksekusi terhadap terdakwa karena masih menunggu putusan lengkap.

Namun, sudah setahun lebih, surat putusan lengkap dari MA belum juga dikirim ke Pengadilan Negeri Kota Madiun, sehingga Kejari Kota Madiun belum bisa melakukan eksekusi terhadap terdakwa.

Humas PN Kota Madiun, Catur Bayu Sulistiyo, ketika ditemui, Jumat (15/3/2019) lalu, mengatakan belum menerima putusan lengkap dari MA. Bayu mengatakan, pihak PN Kota Madiun sudah berkirim surat ke MA, untuk menanyakan perihal putusan tersebut, namun belum ada jawaban.

"Terhadap ini, kami sudah kirim surat ke MA, kenapa kok belum turun," kata Bayu.

Dia mengaku tidak mengetahui, kenapa surat putusan dari MA tidak juga sampai ke PN Kota Madiun. "Kalau rata-rata, biasanya cepat. Ndak tahu ini kok, kami juga sudah tanyakan. Ketua (PN) yang dulu sudah menyurati," katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini, Bayu Samudra terdakwa kasus pencabulan anak masih menghirup udara bebas, karena jaksa belum dapat mengeksekusi tanpa surat putusan dari MA.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved