Berita Surabaya

Respons Warga Wonokromo yang Diminta segera Kosongkan Rumah untuk Frontage Road Sisi Barat 

Warga Wonokromo yang akan dilalui proyek sisa pembangunan frontage Road diminta segera mengosongkan rumah dan lahan mereka.

Respons Warga Wonokromo yang Diminta segera Kosongkan Rumah untuk Frontage Road Sisi Barat 
surya/fatimatuz zahro
Sebanyak 17 persil bangunan milik warga yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya dibongkar guna kelancaran penyelesaian pelebaran Jalan Raya Wonokromo, Senin (3/12/2018). Sisa persil yang belum bongkar diminta dibongkar paling lama Mei 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Wonokromo yang akan dilalui proyek sisa pembangunan frontage Road diminta segera mengosongkan rumah dan lahan mereka. Berkembang informasi di tengah-tengah warga bulan Mei menjadi batas akhir atau deadline mereka meninggalkan rumah. 

Sebab hingga siang Kamis (14/3/2019)  masih banyak warga yang tetap beraktivitas di rumah yang mereka tempati. Kebanyakan bangunan mereka berupa toko dan tempat tinggal. Mereka menempati bangunan itu sejak puluhan tahun lalu.

Salah satunya adalah pemilik toko jamu dan toko kelontong atas nama Pangestu.

"Kami sudah 40 tahun menempati bangunan ini. Kakak saya sudah nerima ganti rugi di rekening langsung. Tidak tahu berapa jumlahnya," kata pria yang mengaku bernama Agus. 

Keluarga Pangestu ini menempati bangunan berukuran sekitar 7 x 12 meter. Mereka diminta Mengosongkan rumah setelah menerima ganti rugi. Namun, pihak keluarga meminta waktu karena tidak mungkin dalam waktu satu bulan bisa membangun rumah kembali. 

"Kami minta waktu sampai Mei. Sebagiamana batas akhir yang diberikan ke warga. Namun, kami akui Pemkot bagus dalam memberikan ganti rugi," ucap Agus. 

Warga boleh mengosongkan rumah mereka sendiri atau dikosongkan pemkot. Namun ada yang sudah inisiatif warga mulai mengosongkan rumah mereka dengan bertahap merapikan barang berharga.

 Pantauan surya.co.id, ada sederet bangunan yang rata-rata menjorok ke dalam. Mereka kebanyakan membuka toko. Tampak ada toko emas dan toko kebutuhan lain. Namun, rata-rata sepi pembeli. 

 Semua deretan bangunan tersebut sudah berhasil dibebaskan. Namun tinggal menyisakan tiga unit bangunan atau persil yang harus menunggu tim apraisal. Ketiganya tidak mengikuti delapan warga yang Kamis tadi mendapat ganti rugi Rp 5,4 miliar.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved