Berita Surabaya

Reaksi Walikota Risma saat Jajal Mobil Berteknologi Hidrogen dari Dubes Inggris Moazzam Malik

Duta Besar (dubes) Inggris untuk Indonesia mengirimkan satu unit prototipe mobil Minivan berteknologi hidrogen ke Surabaya.

Reaksi Walikota Risma saat Jajal Mobil Berteknologi Hidrogen dari Dubes Inggris Moazzam Malik
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
EDUKASI TEKNOLOGI HIDROGEN  -  Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mencoba mobil minivan berbahan bakar hidrogen dalam edukasi teknologi hidrogen bertajuk Hydrogen Mobility & Education Progamme di SMPN 1 Surabaya, Kamis (14/3/2019).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Duta Besar (dubes) Inggris untuk Indonesia mengirimkan satu unit prototipe mobil Minivan berteknologi hidrogen ke Surabaya.

Prototipe ini sengaja diangkut setelah sempat ditunjukkan di Jakarta kepada para siswa SMPN 1 Surabaya dalam acara bertajuk 'Hydrogen Mobility and Education Programme', Kamis (14/3/2019).

Sebelumnya Dubes Inggris Moazzam Malik sempat menemui Tri Rismaharini, Rabu (13/3/2019), menyampaikan kehadiran mobil minivan ini bagian dari kerjasama Sister City soal bus teknologi hidrogen.

"Kami ingin menawarkan teknologi terbaru yang sudah digunakan Liverpool dan London. Dengan teknologi ini tidak ada emisi, ini salah satu teknologi modern terbaru yang menarik untuk masa depan," kata Moazzam saat menunjukkan minivan kepada para siswa SMPN 1 Surabaya.

Terpisah setelah kepergian Moazzam, Wali Kota Risma sampai SMPN 1 dan langsung mencoba minivan yang dikembangkan perusahaan Arcola Energy, Inggris ini.

"Nggak ada suaranya, nggak ada suaranya sama sekali," puji Wali Kota Risma sekaligus heran setelah mencoba satu putaran mobil minivan warna putih itu.

Saat ditanya soal penawaran kerjasama tersebut, Risma hanya menjawab, "mudah-mudahan punya."

Pertanyaan senada juga sempat disampaikan salah satu siswa yang mengikuti rangkaian acara 'Hydrogen Mobility and Education Programme' di SMPN 1, sekaligus peserta lomba merangkai mobil hidrogen dari brick.

Wali Kota Risma pun menantang balik anak laki-laki itu, dengan raut wajah penuh senyum.

"Kalau kamu bisa buat, ibu rencanakan. Nanti kita undang ahli-ahlinya ini (mobil teknologi hidrogen). Ibu akan datangkan Duta Besar untuk membawa tim supaya kalian bisa belajar," kata Wali Kota Risma disambut tepuk tangan.

Sedang Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan pemkot Surabaya masih melakukan pengujian.

Menurut Irvan selama biaya operasionalnya tak beda jauh dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan menjadi pertimbangan.

"Ya ini teknologinya kan relatif baru. Jadi teknologi yanh bisa digunakan secara massal dan lebih murah dari sisi operasional tentu kami akan memilih itu. Sebenarnya ada dua pilihan hidrogen atau bus elektrik yang itu sudah dilaksanakan di beberapa negara termasuk di Singapura, Malaysia, Eropa, jadi pilihan itu termasuk pilihan rendah emisinya," terang Irvan. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved