Pelajar Bunuh Diri

Pelajar Bunuh Diri Pakai Tali Sepatu Setelah Dimarahi Ayah Karena Nilai UTS Jeblok

Seorang pelajar bunuh diri dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali sepatu. Diduga, dia kecewa karena dimarahi sang ayah karena nilai UTS jeblok

Pelajar Bunuh Diri Pakai Tali Sepatu Setelah Dimarahi Ayah Karena Nilai UTS Jeblok
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Polisi dan warga mengangkat tandu jenazah pelajar bunuh diri di Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Seorang pelajar kelas 1 SMKN Kartoharjo Magetan, gantung diri dengan tali sepatu di kamar ibunya, Kamis (14/3/2019).

Pelajar bunuh diri ini diduga sebelumnya dimarahi sang ayah karena tak belajar jelang UTS sehingga nilai UTS-nya jeblok. 

"Tadi pagi, sesuai keterangan Mbak Murtini, ibu almarhum Bahrudin, masih ikut sholat Subuh di surau setempat. Namun, satu jam kemudian, Bahrudin ditemukan ibunya sudah tidak bernyawa di kamar ibunya,"kata Mahsan, paman almarhum yang ditemui setelah jenazah Barudin dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. 

Almarhum Bahrudin, lanjut Mahsan adalah anak yang penurut. Setiap sore dia membantu ibunya menyiapkan makanan yang akan dijual di warung. 

Hanya saja, sehari sebelum kejadian, Bahrudin menunjukkan perilaku yang tak biasa. 

"Almarhum ini, sore kemarin saat bantu ibunya, dia minta maaf sambil menciumi pipi ibunya.Tapi Mbak Murtini (ibu almarhum), dianggap sikap yang ditunjukan Bahrudin itu bukan nganeh anehi. Dianggap biasa dan tidak dipikirkan setelah kegiatan goreng-goreng di dapurnya itu,"jelas Mahsan.

Tabrakan Avanza Vs Vario di Blitar, Sama-sama Tercebur Sawah, begini Kondisi Penumpangnya

Gunung Bromo di Jawa Timur Keluarkan Abu Vulkanis Selama 2 Hari Terakhir. Siapkan Masker

Kamis subuh, setelah salat subuh di surau desa, pelajar itu juga sempat berpapasan dengan ibunya di dapur. 

"Awalnya, Bahrudin dianggap tidur lagi di kamarnya. Tapi setelah dilibat ibunya di kamar almarhum tidak ada. Ibunya berniat masuk ke kamarnya sendiri. Alangkah kagetnya, setelah dilihatnya anak bungsunya sudah menggantung, dan sudah tidak bernyawa,"katanya.

Dia menambahkan, sehari-hari Bahrudin juga mengamen. 

"Katanya sejak dua hari lalu, bapak almarhum marah-marah karena UTS tidak pernah belajar, ditambah kegiatan ngamen tetep dilakukan. Dan itu yang membuat bapak almarhum marah. Mungkin masalah ngamen itu, bapaknya sering merasa malu kepada tetangga sekitar,"kata Mahsan.

Kapolsek Kartoharjo, AKP Sini, mengatakan bahwa pelajar SMKN Kartoharjo itu murni bunuh diri. Penyebabnya, diduga karena dimarahi sang ayah. 

"Sementara kematian korban, penyebab yang utama karena gantung diri. Dan kami belum menerima ada indikasi penyebab lainnya," kata AKP Sini.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved