Berita Lamongan

Ditolong 'Malaikat', Rumah Reyot Kayu Bekas Milik Tukang Becak Lamongan Ini akan Direnov Layak Huni

Uang renumerasi anggota Polsek Babat ini tidak dibawa pulang, namun dialokasikan untuk memperbaiki rumah tukang becak

Ditolong 'Malaikat', Rumah Reyot Kayu Bekas Milik Tukang Becak Lamongan Ini akan Direnov Layak Huni
surya/hanif manshuri
Rumah Joko, tukang becak asal Lamongan, yang reyot di atas tanah bantaran milik pengairan yang akan direnovasi memakai uang renumerasi anggota Polres Lamongan, Aipda Purnomo, Kamis (15/03/2019) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Kegembiraan tak berbatas dirasakan Joko (45) seorang tukang becak asal
kelurahan/Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur. Bertahun-tahun ia hanya menempati gubuk reyot bersama 6 anggota keluarganya yang didirikan di atas tanah bantaran milik Dinas Pengairan, kini bakal berubah menjadi rumah layak huni atas bantuan seorang anggota polisi Polres Lamongan, Aipda Purnomo.

Uang renumerasi anggota Polsek Babat ini tidak dibawa pulang, namun dialokasikan untuk memperbaiki rumah Joko. Joko selama tinggal di sebuah rumah petak kecil di atas tanah bantaran milik negara dan dihuni bersama begitu banyak anggota keluarganya, 5 anak, seorang istri dan Joko.

Namun impian untuk tinggal di rumah yang layak huni kini bisa dirasakan Joko yang dibangun dari bantuan Aipda Purnomo. Sebab ia hanya sebagai tukang becak di Pasar Babat dengan penghasil kecil dan tak menentu.

"Tanah yang saya tempati ini milik Dinas Pengairan. Saya tidak punya lahan, saya tidak punya tanah," ungkap Joko pada Surya saat berkunjung di Babat, Kamis (14/3/2019).

Rumah kayu yang dihuni selama ini berukuran kurang lebih 3x4 meter dengan dinding dari anyaman bambu dan papan sisa kotak buah.

Bahkan kondisinya sudah miring hampir 30 derajat. Kondisi lebih mengkhawatirkan saat hujan turun, karena kalau hujan turun, air dari parit terkadang naik masuk ke rumah Joko.

"Nggih ngaten niki keadaanipun (Yaa seperti ini keadaannya)," ungkap Joko lirih.

Joko mengaku, ia memang bermimpi untuk memilik rumah yang layak huni yang bisa ditinggali bersama seluruh anggota keluarganya. Namun, keuntungannya mustahil ia wujudkan.

"Untuk makan sehari-hari saja kerepotan pak," aku Joko.

Rumahnya tak layak, untuk buang air besar saja harus di tempat lain, luar rumahnya.

Aipda Purnomo, anggota Polsek Babat Polres Lamongan, saat melihat rumah Joko, tukang becak asal Babat Lamongan, yang reyot dan akan direnovasi memakai uang renumerasi Aipda Purnomo, Kamis (15/03/2019)
Aipda Purnomo, anggota Polsek Babat Polres Lamongan, saat melihat rumah Joko, tukang becak asal Babat Lamongan, yang reyot dan akan direnovasi memakai uang renumerasi Aipda Purnomo, Kamis (15/03/2019) (surya/hanif manshuri)
Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved