Berita Bangkalan

3 ASN Bangkalan Terbukti Terlibat Kampanye Salah Satu Capres, Begini Rekomendasi Bawaslu

Bawaslu Bangkalan memastikan tiga ASN Pemkab Bangkalan terbukti terlibat aktif dalam kampanye salah satu capres

3 ASN Bangkalan Terbukti Terlibat Kampanye Salah Satu Capres, Begini Rekomendasi Bawaslu
surya/ahmad faisol
Bawaslu Bangkalan tengah mendengarkan keterangan sekaligus mengklarifikasi para ASN yang diduga ikut mendukung dan terlibat kampanye salah satu capres, Rabu (14/3/2019). Dari pemeriksaan, ketiga ASN itu terbukti terlibat aktif dalam kampanye salah satu capres di Bangkalan Plaza pada Sabtu (9/3/2019) malam. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan memastikan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bangkalan terlibat aktif dalam kampanye di Bangkalan Plaza pada Sabtu (9/3/2019) malam. Ketiga ASN itu terbukti hadir dalam deklarasi 'Barikade Bangkalan Millenial Flash Mob 1', bahkan mereka mengakui, memakai kaus bergambar pasangan capres-cawapres.

Humas Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Buyung Pambudi, mengatakan pemeriksaan terhadap keterlibatan ASN dalam kampanye di pusat perbelanjaan itu telah tuntas.

"Tiga ASN terbukti turut aktif dalam kegiatan kampanye itu. Mereka mengakui hadir dan memakai kaus bergambar paslon capres-cawapres," ungkap Buyung, Rabu (14/3/2019).

Ketiganya adalah  ASN di SDN Tunjung I Imam H, ASN di SDN Bancaran 1 Diah Yulia R, dan ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan Hikmah.

Buyung menjelaskan rekomendasi Bawaslu Bangkalan akan dikirim ke Komite ASN dan Inspektorat selaku pihak-pihak yang berwenang.

"Kami berharap segera diputuskan sanksinya agar menjadi efek jera dan tidak ada lagi ASN Bangkalan terlibat aktif dalam kampanye," harapnya.

Kendati demikian, Bawaslu Bangkalan tidak memproses lebih lanjut panitia deklarasi 'Barikade Bangkalan Millenial Flash Mob 1'.

Hal itu karena tidak ada keterlibatan pihak penyelenggara dalam menghadirkan ketiga ASN itu, sehingga hasil kajian dan Pleno Bawaslu Bangkalan tidak melanjutkan ke pidana pemilu.

"Faktanya seperti itu. Ketiga ASN menyebut tidak ada kesengajaan pihak pelaksana kampanye mengajak ASN," paparnya.

Selain itu, Bawaslu Bangkalan juga menghentikan dua kasus lain terkait dugaan ketidaknetralan ASN di libgkungan Puskesmas Arosbaya.

Hal serupa juga diberlakukan pada dugaan keterlibatan ASN dalam deklarasi di halaman Masjid Pasarean Syaikhona Moch Kholil.

"Panwascam sudah berupaya mengumpulkan bukti, data, dan keterangan pada dua kasus tersebut. Namun tidak kami temukan pelanggaran pemilu," terangnya.

Saat ini, lanjutnya, Bawaslu Bangkalan tengah menuntaskan dua perkara lainnya. Yakni dugaan kampanye menggunakan fasilitas negara oleh anggota DPR RI komisi VIII asal Partai Nasdem dan lima ASN yang diduga tidak netral menggunakan media sosial.

"Masih ada waktu untuk proses klarifikasi kasus Pak Djakfar Shodiq dengan PKH serta kasus ASN yang tidak bijak di media sosial," pungkas Buyung.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved