Citizen Reporter

Kiat Dokter Gigi agar Pasien Anak-anak Tidak Takut ke Dokter

Hellen Sanjaya adalah seorang pengusaha yang menjual berbagai macam aksesori dengan bentuk serba gigi.

Kiat Dokter Gigi agar Pasien Anak-anak Tidak Takut ke Dokter
foto: istimewa
Hellen Sanjaya menunjukkan aksesoris yang serba gigi agar anak-anak tidak takut ke dokter gigi. 

HELLEN SANJAYA adalah seorang pengusaha yang menjual berbagai macam aksesori dengan bentuk serba gigi. Usaha yang diberi nama Gigi Gigsy itu merupakan usaha yang sangat unik, karena produk-produk yang dihasilkan jarang sekali ditemui di pasaran.

Nama Gigi Gigsy diambil dari nama anak pertamanya Rafi Gigsy Baihaqi. Nama Gigsy yang merupakan kepanjangan dari gigi dan gusi.

Wanita yang bertempat tinggal di Perum Taman Salak Kota Madiun itu dulu Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang tenaga dokter gigi. Pada 2015, Hellen memilih mengundurkan diri karena ingin memiliki waktu yang fleksibel dan bisa fokus menyalurkan hobi yang dijadikan usaha. Ketika waktunya penuh untuk menjalankan usaha, bisnis yang dirintisnya mulai banyak mendapat order dan peningkatan omzet yang signifikan.

“Awalnya pada 2013 tercetus ide membuka usaha aksesori berbentuk gigi supaya pasien anak-anak tidak takut ke dokter gigi. Lalu saya membuat suvenir berupa gantungan kunci berbentuk gigi yang diberikan ke pasien anak-anak. Karya itu saya upload di media sosial dan ternyata respons teman-teman sesama dokter gigi banyak yang ingin memesan. Aneka aksesori itu dipesan untuk menghias ruang praktik dokter gigi. Dari situ saya memulai menjual aksesori serba gigi,” tuturnya saat ditemui Rabu (13/2/2019).

Saat ini produk-produk Gigi Gigsy mencapai 45 jenis. Yang banyak dicari adalah bantal, boneka, jam, cermin, tempat tisu, sandal, keset, kipas, gantungan kunci, bros, jepit rambut, pensil, tempat pensil, dan lain-lain yang semuanya berbentuk gigi dalam berbagai warna. Harganya berkisar antara ribuan sampai ratusan ribu rupiah. Hingga saat ini memang kebanyakan pembelinya datang dari dokter gigi, mahasiswa, dan perawat gigi dari berbagai daerah. Gigi Gigsy saat ini sudah dikirim ke Sumatra, Papua, hingga Malaysia, Arab Saudi, dan Turki.

Dalam proses pengerjaannya Hellen dibantu beberapa karyawan. Jumlah tim kreatif tujuh orang. Hellen menikmati proses usaha yang dirintisnya karena ini adalah bagian dari passion-nya. Jatuh-bangun di awal merintis usaha, itu biasa. Yang penting, ia tetap fokus dan memperbaiki kekeliruan.

“Semoga bisnis kerajinan kreatif ini bisa terus berkembang dan bisa menembus pasar ekspor yang lebih luas. Dengan begitu saya dapat ikut berperan serta dalam memajukan industri kreatif di Indonesia,” ucapnya.

Hildan Haris Widyonugroho
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Universitas Negeri Malang
hildanharis@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved