Berita Pasuruan

Bawaslu Kota Pasuruan Minta KPU Cermati Jumlah Surat Suara, Begini Tujuannya

Bawaslu Kota Pasuruan meminta KPU setempat secara cermat menghitung lembar surat suara sebelum dimasukkan di kotak suara

Bawaslu Kota Pasuruan Minta KPU Cermati Jumlah Surat Suara, Begini Tujuannya
surya/galih lintartika
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh Anas bersama Ketua KPU sedang melihat langaung proses pelipatan serta memasukkan logistik ke dalam kotak suara, Selasa (12/03/2019) 

SURYA.co.id | PASURUAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan meminta KPU setempat secara cermat menghitung lembar surat suara sebelum dimasukkan di kotak suara. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi kendala di TPS pada saat pemungutan suara pada 17 April 2019.

"Kelihatannya sangat sepele, tetapi kalau jumlahnya tidak sesuai maka akan membuat repot petugas KPPS. Maka Bawaslu datang ke sini ingin memastikan bahwa logistik harus tepat jumlah, tepat jenis dan tepat waktu," kata Moh Anas, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, saat mengawasi proses pelipatan surat suara di gudang KPU setempat, Rabu (13/03/2019).

Anas yang didampingi langsung Ketua KPU Kota Pasuruan,Fuad Fathoni, juga melihat langsung proses pelipatan surat suara untuk Pilpres dan DPD. Keduanya memastikan dalam proses pelipatan dan memasukkan surat suara ke dalam kotak sesuai prosedur dan standart.

"Saya berpesan pada jasa pelipatan surat suara agar hati-hati dan cermat dalam menghitung serta memasukkannya sesuai alamat TPS. Jangan sampai keliru," tambahnya.

Selain memastikan jumlah, Bawaslu juga berpesan pada KPU keamanan kotak suara dari serangan serangga atau kerusakan lainnya. Ia menyebut hal itu juga harus diperhatikan.

Seperti diketahui bahwa kotak pada pemilu kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, yakni kotak berbahan kertas duplek.

"Kalau saya liat dari sisi keamannya sudah standar. Tapi harus secara berkala dicek. Karena masih sebulan lagi logistik ini didistribusikan," tegasnya.

Ketua KPU Kota Pasuruan, Fuad Fathoni, menyatakan memperhatikan saran dari Bawaslu.

Hampir setiap harinya pegawai KPU secara langsung mengawasi proses pelipatan dan pengitungan setiap ikat karet.

"Sebelum dimasukkan di kantong suara, per 25 lembar surat suara diikat karet. Sisanya tinggal menyesuaikan jumlah pemilih per TPS nya," imbuh Fuad.

Sedangkan dari hasil koordinasi terakhir, jumlah surat suara untuk DPR RI diketahui rusak 165 lembar dan kurang 192 lembar.

Selanjutnya untuk surat suara DPR Provinsi Dapil III diketahui rusak 92 lembar dan kurang 740 lembar.

Untuk surat suara DPR Kota rusak 52 lembar dan kurang 676 lembar.

Sedangkan untuk kondisi jumlah pada surat suara Pilpres dan DPD masih dalam proses pelipatan dan penjumlahan.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved