Citizen Reporter

Uji Publik Penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), ini Tujuannya

BEASISWA Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi aktivis mahasiswa oleh lembaga Dompet Dhuafa.

Uji Publik Penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), ini Tujuannya
foto: istimewa
Pengurus Bakti Nusa pusat melakukan uji publik kepada 12 calon penerima manfaat beasiswa dari regional Malang, Minggu (17/2/2019). 

BEASISWA Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi aktivis mahasiswa oleh lembaga Dompet Dhuafa untuk membentuk pemimpin berkarakter dan berkompeten. Mereka juga berperan aktif di tengah masyarakat demi terwujudnya Indonesia berdaya.

Tujuan utamanya adalah membantu pemimpin yang berintegritas, cendekia, transformatif, dan melayani masyarakat. Bakti Nusa telah berdiri selama 9 tahun di 22 kampus negeri di Indonesia dalam 12 regional.

Sebarannya di Jakarta, Bogor, Bandung, Palembang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Padang, Pontianak.

Bakti Nusa menjadi salah satu beasiswa yang memiliki tahap unik dalam proses seleksi penerima manfaat. Jika kebanyakan proses seleksi beasiswa hanya sampai tahap wawancara, kemudian diumumkan penerimanya, itu berbeda dengan Bakti Nusa. Bakti Nusa memiliki satu tahap unik, yaitu uji publik dengan tujuan mengetahui lebih dalam kapasitas dan kapabilitas masing-masing calon penerima di depan audiens.

Berlokasi di aula Widyaloka Universitas Brawijaya, pengurus Bakti Nusa pusat melakukan uji publik kepada 12 calon penerima manfaat beasiswa dari regional Malang, Minggu (17/2/2019). Setiap calon dari Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya wajib membawa 10 rekannya untuk menjadi supporter sehingga total terdapat 120 audiens. Setiap peserta benar-benar diuji kemampuan publik speaking dan wawasannya.

Pada sesi pertama uji publik, setiap peserta memperkenalkan diri dan menyampaikan gagasan konstribusinya untuk negara, bangsa, dan agama selama 2 menit. Setelah itu, setiap peserta dipasangkan dengan peserta lain (battle) untuk saling bertanya berkait dengan konstribusi yang akan dilakukan. Sesi tanya-jawab oleh panelis yang terdiri atas dua pengurus pusat (Bayu dan Fazar) dan Fatih, Manager Bakti Nusa Malang.

Usai menjawab panelis, peserta menjawab pertanyaan audiens. Yang terakhir. Setiap peserta uji publik menyampaikan closing statement di mimbar.

“Uji publik ini sangat menarik bagi saya. Mungkin di antara beberapa seleksi calon penerima beasiswa, hanya Bakti Nusa yang menerapkan tahap uji publik. Uniknya, peserta wajib membawa minimal 10 supporter serta sistem uji publik baru disampaikan 10 menit sebelum acara dimulai sehingga benar-benar menguji kemampuan dan wawasan. Alhamdulillah, saya bisa melaluinya dengan baik,” ujar Anton Agus Setiawan, salah satu peserta uji publik dari Universitas Negeri Malang.

Harapannya, uji publik yang dilaksanakan itu mampu memberikan penilaian yang objektif kepada para calon penerima manfaat. Itu berarti, didapatkan hasil keputusan yang sesuai dan tepat sasaran, yaitu para aktivis yang berwawasan luas, berintegritas, dan berkompeten pada bidangnya.

Tsania Nur Diyana
Awardee Beasiswa Aktivis Nusantara 8
tsanianurdiyana@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved