Berita Entertainment

Tanggapan Kuasa Hukum Ahmad Dhani Atas Keterangan Saksi Ahli Asal Unesa

Tanggapan Kuasa Hukum Ahmad Dhani Atas Keterangan Saksi Ahli Asal Unesa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya

Tanggapan Kuasa Hukum Ahmad Dhani Atas Keterangan Saksi Ahli Asal Unesa
Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Arifin
Terdakwa Ahmad Dhani saat jalani sidang di Ruang Cakra PN Surabaya, Selasa, (12/3/2019). Ungkapan dan Pendapat Saksi Ahli Bahasa Unesa dalam Persidangan Ahmad Dhani di Surabaya 

SURYA.co.id |SURABAYA - Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian menilai bahwa saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan itu kurang kompeten.

Seharusnya, yang dihadirkan adalah ahli Forensik Linguistik.

“Yang dihadirkan ini S2 ahli bahasa wacana seharusnya yang dihadirkan khusus pidana yakni ahli bahasa forensik linguistik dan sebetulnya ahli ini tidak kompeten,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa, (12/3/2019).

“Dia tidak bisa banyak menjelaskan keterkaitan pembahasaan dengan konstruksi hukum peristiwa dalam tindak pidana,” tambahnya.

Kemudian, Aldwin mencontohkan ahli forensik linguistik seperti Dr Andika Bahari. Kendati demikian, pihaknya mengaku keterangan dari saksi ahli ini meringankan Ahmad Dhani.

“Di sisi lain kami gali sebetulnya keterangan saksi ini meringankan terdakwa seperti halnya menunjuk bahwa kata ‘ini ’itu di sekitar ruangan di luar ruangan ‘itu’. Sedangkan Mas Dhani kan bilang ini, dan tidak ada subjek hukum itu bukan penghinaan karena harus ada dua komunikasi dua arah. Beberapa poin itu sangat meringankan,” tandasnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmat Hary Basuki mengaku sejatinya ada tiga saksi ahli yang dihadirkan namun dua diantaranya berhalangan hadir.

“Dan semua itu ada surat tugasnya, kedua saksi ini dari Yogyakarta dan Jember,” tegasnya.

Di samping itu, Rahmat juga menjelaskan terkait video vlog yang dikatakan tidak bisa menjadi barang bukti itu tidak bisa di suspend.

“Vlog itu satu kesatuan, tidak bisa di suspend maupun tidak bisa dihapus tapi masih bisa di akses itu asli dari akun instagram, waktu tahap II kita tunjukkan dan disegel,” tambah Hary.

Lantas, Ketua Majelis Hakim Anton Widyopriyono menunda sidang dan dilanjutkan pada Hari Kamis, (14/3/2019) esok. Rencananya, pada sidang esok, JPU Rahmat akan mendatangkan empat saksi, dua saksi ahli serta dua saksi meringankan bernama Ferry Irawan.

“Selain Fery, ada dua lagi, namun kami sudah panggil dua kali tapi Hp nya sudah off alamat sudah tidak ada ditempat. Panggilan ketiga kami mintakan laporan RT RW saksi ferry irawan sebetulnya saksi meringankan,” tandasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved