Citizen Reporter

Pemilu Luar Negeri di Malaysia pada 14 April 2019, Menanti Komitmen Pejuang Demokrasi di Luar Negeri

Daftar pemilih tetap di Malaysia adalah terbesar, mencapai hampir 600.000 pemilih.

Pemilu Luar Negeri di Malaysia pada 14 April 2019, Menanti Komitmen Pejuang Demokrasi di Luar Negeri
foto: istimewa
Pelantikan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Kuala Lumpur Malaysia. 

Untuk bisa menikmati kemeriahan pesta demokrasi di tahun ini, bagi yang tinggal di luar negeri, tentu tidak semudah di dalam negeri. Kendala ada pada kesibukan masing-masing dengan aktivitasnya di luar negeri. Banyak yang sibuk bekerja, tidak sedikit yang belajar.

Pada pemilu luar negeri di Malaysia yang bakal digelar 14 April 2019, jika bukan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk ikut menyumbang aspirasi demi kemajuan NKRI, mereka akan abai dengan pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Itu sebabnya, dibutuhkan komitmen untuk menyukseskan pemilu.

Yaza Azzahara Ulyana, Ketua Panwaslu Luar Negeri-Kuala Lumpur, dalam acara pelantikan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), menyampaikan, daftar pemilih tetap di Malaysia adalah terbesar, mencapai hampir 600.000 pemilih.

Pemilu yang diselenggarakan di Malaysia bisa menjadi barometer sukses dan tidaknya pemilu luar negeri. Yang tentu, kesuksesan itu juga bergantung pada komitmen para anggota PPLN dalam menjalankan seluruh tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Senada dengan itu, Agung Cahaya Sumirat, Ketua PPLN Kuala Lumpur, dengan sangat bangga dan penuh terima kasih bisa mengoordinasi 2.491 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kuala Lumpur untuk hadir di Sunway Putra Hotel Kuala Lumpur, Minggu (3/3/2019). Mereka datang dalam rangka pelantikan dan bimbingan teknis bagi seluruh anggota KPPSLN Kuala Lumpur.

"Kekompakan anak negeri sebanyak ini, bisa dicatat sebagai rekor MURI Indonesia," canda Agung.

Di Kuala Lumpur, sistem pengambilan suara melalui tiga cara. Pertama, pengambilan suara melalui TPS-TPS sebagaimana di Indonesia. Itu akan diikuti 170.000 pemilih.

Kedua, pemilih pos, yakni pengambilan suara dengan cara surat suara dikirimkan ke alamat pemilih, yang akan diikuti 319.000 pemilih.

Ketiga, kotak suara keliling dengan petugas-petugas khusus yang jemput bola untuk mengakomodasi pemilih-pemilih di berbagai tempat. Diperkiakan ada 112.000 pemilih.

Selain penjelasan detail proses pengambilan suara itu, juga diperagakan tugas sebagai PPSLN dan ketika menghadapi para pemilih. Dengan tipe sistem penyelenggaraan pemilu luar negeri itu, para anggota KPPSLN dituntut lebih aktif, penuh tanggung jawab dan komitmen dalam bekerja sama untuk menyukseskan Pemilu 2019 yang sangat spesial itu. Selain dilaksanakan di luar negeri, lebih spesial lagi, pemilu kali ini diselenggarakan sekaligus bersamaan antara pemilu presiden dan pemilu legislatif.

Wakil Dubes, Krishna KU Hannan menyampaikan pesan Rusdi Kirana, Dubes RI di Kuala Lumpur dalam acara yang digelar pukul 12.00-16.00 itu. Pesannya, semua diharapkan saling menjaga kebersamaan dan toleransi yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

Setiap orang harus semakin dewasa dan masing-masing pihak dapat menciptakan suasana pemilu yang damai dan tenteram. Mereka juga diharapkan bijak menyikapi isu-isu yang berkembang, dan tidak mudah terprovokasi oleh hasutan serta kabar yang tidak benar.

M Nurroziqi
Mahasiswa di International Islamic University Malaysia
ziqi_ae@yahoo.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved