Citizen Reporter

Mencari 'Kerang' agar Puas Membaca

Cabaca menggunakan sistem yang bernama kerang bagi pembacanya untuk membuka bab buku bacaan. Bagaimana teknisnya?

Mencari 'Kerang' agar Puas Membaca
ist/citizen reporter
Forum Lingkar Pena (FLP) Malang menghelat talk show bertema Bincang Hangat Literasi Digital, Minggu (27/1/2019). 

SURYA.co.id | Forum Lingkar Pena (FLP) Malang menghelat talk show bertema Bincang Hangat Literasi Digital, Minggu (27/1/2019).

FLP menghadirkan Fauziah Rachmawati, seorang blogger buzzer, dan Fatimah Azzahrah, CO platform Cabaca.id.

Pendongeng asal Singosari, Kabupaten Malang yang akrab disapa Bunda Mora memoderatori kegiatan bersama bonekanya yang terkadang agak usil, Igos.

Fatimah menjelaskan dua hak penulis dalam menerbitkan karya karena tidak banyak yang tahu jika penulis memiliki dua hak menerbitkan karya. Pertama adalah terbit cetak, kedua adalah terbit daring.

"Salah satu penulis yang telah memanfaatkan ini adalah Dee Lestari," terang Fatimah.

Fatimah memulai bincang hangat literasi digital ini dengan memperkenalkan platform Cabaca.id. Ia menjelaskan jika cabaca bertujuan menghadirkan bacaan atau buku agar lebih mudah diakses. Hanya dengan gawai yang melekat di tangan setiap orang, Cabaca sudah dapat dinikmati.

Cabaca menggunakan sistem yang bernama kerang bagi pembacanya untuk membuka bab buku bacaan. Karena tidak semua bab di setiap buku yang tersedia dapat dibuka, maka pembaca harus memiliki kerang yang banyak pula.

Tiga hal yang dapat mendatangkan kerang bagi pengguna platform ini adalah mengambil misi/bonus, melakukan aktivitas pembuatan akun seperti berkomentar, memberikan rating buku, membagikan kode, cek buku update, dan membuka peti harta karun.

Cara lain mendapatkan kerang adalah dengan pembelian paket kerang via pulsa maupun transfer. Meski demikian, tiga bab awal dari setiap buku dapat diakses dengan gratis sehingga tidak punya kerang pun masih bisa membaca buku-buku yang tersedia.

Tidak semua tulisan contributor yang didaftarkan akan terpajang di Cabaca. Terdapat seleksi yang harus dilewati karena kontributor nantinya akan mendapat royalti setelah melakukan kontrak dan tulisannya tayang di Cabaca.

"Minimal berapa bab untuk tulisan yang bisa diajukan?" tanya Mabruroh, salah satu peserta mengatasi rasa penasarannya.

Fatimah menjelaskan jika terdapat dua tipe kontributor di Cabaca yang diperbolehkan. Pertama adalah kontributor dengan tulisannya yang sudah selesai, baru diajukan. Bisa juga kontributor mengirimkan karya yang belum selesai, namun sudah terdapat rancangan cerita dengan jelas.

Diskusi seru itu berlangsung di Boba Library, Jalan Soekarno-Hatta PTP II Malang. Kegiatan dipungkasi dengan musikalisasi puisi dan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen belajar literasi digital.

Penulis : Khoirul Muttaqin, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved