Citizen Reporter

Tugas Seni dan Budaya Siswa SDN Magersari 2 Kota Mojokerto, Celup-celup Jadilah Taplak

Siswa menyiapkan perlengkapan yang diperlukan, yaitu kain putih berbentuk persegi, pewarna kain dengan warna yang berbeda (wantex), dan karet gelang.

Tugas Seni dan Budaya Siswa SDN Magersari 2 Kota Mojokerto, Celup-celup Jadilah Taplak
foto: istimewa
Siswa SDN Magersari 2 Kota Mojokerto melakukan praktik pelajaran Seni dan Budaya. 

Di halaman SDN Magersari 2 Kota Mojokerto, 36 siswa kelas 5 bergerombol. Mereka asyik mengerjakan tugas Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK), yaitu membuat motif hias dengan teknik ikat celup, Jumat (15/2/2019).

Di bawah bimbingan Chusnul Chotimah, sebagai wali kelas, para siswa diimbau memakai baju bebas agar seragam tidak terkena cipratan warna. Sebelum pelaksanaan kegiatan, siswa menyiapkan perlengkapan yang diperlukan, yaitu kain putih berbentuk persegi, pewarna kain dengan warna yang berbeda (wantex), dan karet gelang.

“Pewarna kain terlebih dulu dicampur dengan air panas dan dimasukkan dalam botol dengan takaran satu bungkus wantex dicampur 200 mililiter air panas. Proses pencampuran wantex dan air panas dilakukan di rumah. Jadi, siswa membawa pewarna cair yang sudah dimasukkan dalam botol,” jelas Eka mengawali kegiatan.

Proses pembuatannya pun sangat mudah. Siswa hanya mengikat kain dengan karet gelang sesuai pola yang diinginkan. Pola kain dibuat dengan melipat kain menjadi empat bagian dan dibentuk silinder, kemudian ditali dengan karet gelang tiap 5 cm.

Pola kain bisa berbeda-beda sesuai keinginan. Kain yang sudah diikat dengan karet gelang, dibasahi dengan air. Setelah itu warna dituangkan pada tiap-tiap ikatan karet sesuai keinginan. Setelah merata, kain didiamkan selama sepuluh menit agar warnanya meresap. Kemudian ikatan pada karet dilepaskan. Jadilah taplak meja yang cantik.

Hasil yang didapat bisa berbeda-beda sesuai pola kain yang diikat dan warna yang dicampurkan. Taplak yang masih basah dijemur sampai kering. Taplak hasil kreasi siswa bisa digunakan untuk taplak meja kelas.

“Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kreativitas siswa. Mereka bisa membuat berbagai pola pada kain dan mencampurkan beraneka warna untuk mendapatkan hasil yang berbeda dan menarik. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk menghasilkan suatu karya sendiri sebagai bekal keterampilan untuk mereka di masa depan,” lanjut ibu satu anak itu.

Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan itu. Setiap tahap diikuti dengan saksama.

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini. Saya jadi bisa membuat taplak sendiri dengan mudah dan hasilnya bagus. Saya akan coba membuat sendiri di rumah karena masih punya sisa kain dan pewarna,” tutur Talitha salah satu siswa kelas 5.

Pembelajaran SBK di sekolah dasar akan bermakna jika bisa menumbuhkan kreativitas siswa. Karya yang dihasilkan siswa bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri, sekolah, dan lingkungan. Karya itu juga bisa menginspirasi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya sebagai bekal keterampilan untuk mereka di masa mendatang.

Diannita Ratna Kusuma Dewi
Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto
diannita_28@yahoo.co.id

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved