Lapor Cak

Sistem Baru Uji Praktik SIM di Polresta Sidoarjo, Warga Sebut lebih Mudah

Sistem baru uji praktik pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Polresta Sidoarjo resmi diberlakukan sejak Sabtu (9/3/2019).

Sistem Baru Uji Praktik SIM di Polresta Sidoarjo, Warga Sebut lebih Mudah
SURYAOnline/m taufik
 Suasana ujian praktik SIM di halaman Satpas Polresta Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sistem baru uji praktik pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Polresta Sidoarjo resmi diberlakukan sejak Sabtu (9/3/2019). Beberapa warga yang melakoninya menyebut, sistem ini lebih mudah dibanding sebelumnya.

Ardian, warga Sidokare misalnya. Dia menyebut ujian melintasi jalur angka delapan lebih lebar dibanding sebelumnya.

"Hanya yang untuk putar balik itu, traffic cone-nya mepet," katanya, Senin (11/3/2019).

Praktik yang disebut lebih mudah itu adalah lokasi praktik ujian untuk mengurus SIM C atau roda dua. "Saya pernah ngurus tidak lulus pas ujian praktik. Alhamdulillah sekarang lulus," lanjut bapak satu anak itu.

Dia mengaku lima proses ujian praktik SIM semua lebih mudah dibanding dulu. Satu-satunya yang dirasa agak sulit hanya uji putar balik. Karena lebih sempit akibat traffic cone dirasa terlalu mepet.

Hal serupa juga disampaikan Catur Hernawan, warga Kota Sidoarjo. "Lebih enaknya, sekarang bisa mantau detail dan ada rekamannya. Kenapa tidak lulus dan sebagainya. Petugas uji praktik tidak bisa main-main," sebut dia.

Ya, dalam sistem baru ini garis-garis di ujian praktik dilengkapi dengan sensor ultrasonik. Uji praktik SIM di halaman Satpas Polresta itu diberi nama Sidoarjo Smart Driving Test (SSDT).

Di lokasi ujian praktek SIM terdapat beberapa model lintasan. Diantaranya, lintasan lurus, lintasan zig zag, lintasan angka delapan, dan lintasan putar balik. Selain sensor ultrasonik, juga dilengkapi dengan traffic cone.

Inovasi SSDT atau sensor ultrasonik dilengkapi dengan lampu rotator. Sensor bekerja memantau pengendara yang melintas. Jika melewati garis pembatas warna putih, secara otomatis memantulkan bunyi atau suara.

Sedikitnya ada sebanyak 29 sensor ultrasonik yang terpasang dibeberapa titik lokasi praktek SIM. Sensor ultrasonik sekaligus menjawab banyaknya keluhan warga masyarakat terkait kepengurusan SIM, khususnya praktik pembuatan SIM.

Semua proses terekam kamera. Warga yang ingin tahu detail hasil tesnya, bisa melihat rekaman itu. Mungkin tidak puas dengan hasil, atau sebagai evaluasi jika gagal tes. Supaya dapat memperbaiki pada tes berikutnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved