Citizen Reporter

Satu Tahun Komunitas Aufklara Membuka Ruang Literasi

Komunitas Aufklara menggelar perayaan satu tahun perjalanannya melalui diskusi literasi di MTs NU Lekok, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/2/2019).

Satu Tahun Komunitas Aufklara Membuka Ruang Literasi
ist/citizen reporter
Komunitas Aufklara menggelar perayaan satu tahun perjalanannya melalui diskusi literasi di MTs NU Lekok, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/2/2019). 

SURYA.co.id | Komunitas Aufklara menggelar perayaan satu tahun perjalanannya melalui diskusi literasi di MTs NU Lekok, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/2/2019).

Sebagai komunitas pegiat literasi di Pasuruan wilayah timur, tentu saja gelaran itu juga digunakan sebagai momen melebarkan kiprah Aufklara untuk dapat menjangkau wilayah yang lebih luas lagi.

Dihadiri 100 santri kelas VII dan VIII, Diskusi Literasi dibuka Muchsin, kepala madrasah, dan H Mahmud, pengawas madrasah di lingkungan Kementerian Agama. Mereka berharap membaca dan menulis digunakan pelajar untuk meraih kesuksesan.

Sofiah Angrang Kusuma selaku founder Aufklara membuka sesi pertama dengan memperkenalkan visi dan misi, sepak terjang, dan kiprahnya di bidang literasi.

Pada sesi kedua, Triwibowo membedah buku karyanya bersama rekan-rekan komunitas menulis. Karya dengan judul JuangKrik Indonesia itu merupakan kumpulan cerpen, puisi, feature, dan esai guru SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) Universitas Negeri Malang.

Tak cukup sampai di situ, narasumber berikutnya, Alfin Nurul Firdaus yang merupakan founder Pasuruan Youth Forum juga mengajak peserta memahami pentingnya membaca di zaman digital ini. Ia juga membangkitkan motivasi literasi dengan mengaitkan kesuksesan role model seperti Bill Gates, Mark Zuckerber, Bung Hatta, dan sebagainya.

Pada sesi tanya jawab, baik peserta didik serta dewan guru tertarik untuk mengajukan pertanyaan. Salah satunya Nabila, siswa kelas VII yang suka menulis, tetapi sering terhenti sebelum tulisannya selesai.

Tak kalah, Khoir yang merupakan guru Bahasa Indonesia juga meminta pendapat agar minat membaca santri menjadi lebih meningkat. Diskusi menjadi lebih hidup, karena baik santri, guru, dan fasilitator ingin mewujudkan pendidikan yang unggul dalam literasi.

Kegiatan itu dimaknai kepala madrasah sebagai pemantik bangkitnya budaya literasi di MTs NU Lekok.

“Kegiatan ini banyak kurangnya. Oleh karena itu, saya ingin minta lebih dari ini. Harus ada tindak lanjut dan kerja sama yang kontinyu antara MTs NU Lekok dengan komunitas Aufklara,” ujar Muchsin sambil tertawa mencairkan situasi.

Sesuai dengan visi dan misi Aufklara sebagai sarana meningkatkan minat literasi di Pasuruan wilayah timur, Aufklara menyadari komunitasnya memiliki banyak PR yang perlu diselesaikan melalui tim yang solid.

“Kami mohon doanya agar ke depan, langkah kami ini mendapat kemudahan,” jawab Sofiah, Ketua Aufklara sekaligus mengakhiri audiensi dengan kepala madrasah.

Penulis : Triwibowo Probo Sukarno, Alumnus Pendidikan Profesi Guru SM-3T  Universitas Negeri Malang

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved