Berita Madiun

Reaksi dan Teguran Mendikbud Muhadjir Effendy Lihat SMPN Rusak di Kabupaten Madiun

Reaksi dan Teguran Mendikbud Muhadjir Effendy Lihat SMPN Rusak di Kabupaten Madiun

Reaksi dan Teguran Mendikbud Muhadjir Effendy Lihat SMPN Rusak di Kabupaten Madiun
Surabaya.Tribunnews.com/Rahadian Bagus
Muhadjir menemukan plafon yang jebol di SMPN Balerejo, Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemukan sekolah yang rusak saat meninjau sejumlah sekolah pasca banjir di Kabupaten Madiun.

Sayangnya, kerusakan tersebut bukan disebabkan karena banjir yang terjadi pada Rabu (6/3/2019) lalu.

"Pak kepala sekolah mana, ini kok plafonnya jebol, apa memang senagaja dibiarkan, supaya isis (sejuk). Kepala sekolahnya mana, ini sudah masuk RKAS, atau masuk DAK nggak?" tanya Muhadjir saat meninjau ruanh kelas VIII SMPN 1 Balrejo, di Jalan Raya Madiun Surabaya Desa Balerejo, Senin (11/3/2019).

Selama berkeliling ke SMPN 1 Balerejo, Muhadjir beberapa kali menegur pihak sekolah karena menemukan banyak kerusakan. Selain plafon, ia juga menemukan kayu jendela yang rusak karena lapuk di ruang kelas VIII.

Saat berkeliling ke bagian belakang sekolah, Muhadjir juga menyindir gudang sekolah yang berantakan dan banyak sampah.

"Ini gimana, jangan kok depan di pupar pupuri (diperbaiki) tapi belakang tidak karuan (tidak terawat)," katanya. 

Kepada wartawan, Muhadjir mengatakan, kedatangannya ke Madiun, untuk meninjau sekolah yang terdampak.

"Ya ini, kebetulan saja. Sambil meninjau sekolah yang terdampak banjir. Kami melihat fasilitas yang tersedia, dan menurut saya ini termasuk sekolah yang harus dibenahi fasilitas belajarnya," katanya kepada wartawan.

Muhadjir mengatakan, telah menyampaikan kepada kepala daerah agar segera memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak.

"Saya minta kepala dinas kebetulan ada pak bupati juga untuk semua sekolah di kKabupaten Madiun lah, supaya dibenahi semua. Kemudian nanti dari pusat, insyallah akan kami sisihkan bantuan langsung untuk meningkatan daya dorong," ujarnya.

Muhadjir menambahkan, dari penjelasan yang disampaikan Bupati Madiun, Ahmad Dawami, kepada dirinya, pemerintah daerah telah menganggarkan anggaran bagi pendidikan sebesar 22 persen dari APBD.

"Ahamdulillah tadi sudah disampaikan pak bupati, anggaran dari APBD pendidikan sudah 22 persen, berarti sudah memenuhi amanat konstitusi, sudah memenuhi amanat UUD yang di mana APBD dan APBN harus disisihkan minimum 20 persen untuk pendidikan, dan inyaallah kalau semua itu ditaati , fasilitas-fasilitas yang belum memadahi seperti ini bisa ditingkatkan," imbuhnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved