Berita Ekonomi Bisnis

Gandeng Jaringan PropNex Tiga Negara guna Kejar Target Omzet Tahun ini

Perusahaan agen properti PT PropNex Realty Indonesia tahun ini akan agresif meningkatkan omzetnya.

Gandeng Jaringan PropNex Tiga Negara guna Kejar Target Omzet Tahun ini
SURYAOnline/sugiharto
CEO PropNex Indonesia, Luckyanto (kedua dari kiri) bersama CEO tiga PropNex dari Malaysia, Singapura dan Vietnam, sebagai langkah kerjasama untuk pengembangan pasar penjualan properti, yang digelar di Surabaya, Senin (11/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Perusahaan agen properti PT PropNex Realty Indonesia tahun ini akan agresif meningkatkan omzetnya. Apalagi setelah tahun 2018 lalu, mereka mencatatkan omzet sebesar Rp 1,5 triliun.

"Tahun 2018 lalu, kami mencatatkan pertumbuhan omzet yang cukup terkenal tinggi. Hal ini tak lepas dari banyaknya produk properti baik yang secondary maupun primary yang dibeli di tahun tersebut," jelas Luckyanto, CEO PropNex Indonesia, Senin (11/3/2019) di sela kegiatan penandatangan MoU dengan PropNex Singapura, Malaysia dan Vietnam di Surabaya.

Salah satu langkah untuk mengerek peningkatan omzet di tahun 2019 ini adalah dengan menggandeng jaringan PropNex di tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Menurut Luckyanto, saat ini kontribusi penjualan properti dari pembeli asing masih sekitar 20 persen. "Targetnya tahun ini bisa naik jadi 50 persen dari omzet tahun 2018," ujarnya.

Hal itu tak lepas dari potensi pasar yang besar untuk produk properti di luar negeri. Apalagi tahun ini, pemerintah ada kebijakan untuk membuka pembeli atau investor properti dari luar negeri.

"Itu menjadi pelanggan kami untuk menggaet konsumen properti dari tiga negara ini ke Indonesia. Begitu juga sebaliknya, dari konsumen Indonesia untuk produk properti di luar negeri," jelas Luckyanto.

Diakui Mr Ismail Gafoor, CEO PropNex Singapura, bila konsumen properti asing di Singapura cukup banyak. "Termasuk dari Indonesia. Ada di urutan empat setelah China, Malaysia, dan India," kata Ismail.

Sementara itu, potensi produk properti dalam negeri Indonesia yang bisa menarik konsumen asing sangat besar. Terutama proyek-proyek primary yang dikembangkan development seperti PT PP Property, Ciputra Group, yang tahun ini masih memiliki banyak proyek.

"Dukungan pengembang dan perbankan saat ini sangat besar bagi agent. Mereka banyak memberikan komisi kepada kami, itu yang menjadi tahun 2018 kami banjir komisi dan taat pajak karena kami juga bagian dari Arebi (Asosisiasi Real Estate Indonesia-red)," ungkap Luckyanto.

Sementara pasar konsumen warga Indonesia yang belanja properti di luar negeri juga tidak kalah besar. Terakhir, PropNex Indonesia mendapatkan permintaan untuk memasarkan, jual maupun sewa produk properti di Kuala Lumpur milik warga Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved