Citizen Reporter

Berburu Pengalaman dengan Akting

rodi Tata Rias Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2015 mengadakan acara Open Casting bertajuk Indonesian Folklore.

Berburu Pengalaman dengan Akting
pixabay
ilustrasi 

SURYA.co.id | Prodi Tata Rias Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2015 mengadakan acara Open Casting bertajuk Indonesian Folklore. Ajang itu digelar untuk mencari bakat-bakat akting.

Acara itu tidak hanya diikuti mahasiswa Unesa, tetapi juga berasal dari kalangan umum dan berbagai universitas di Jawa Timur. Salah satunya juga diikuti mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura.

Open Casting Indonesian Folklore dilakukan untuk mencari model body painting sekaligus aktor yang memenuhi kriteria untuk pertunjukan yang akan memadukan keahlian body painting dalam bentuk teatrikal. Itu akan digelar 3 Mei 2019 di Balai Pemuda Surabaya.

Acara dibuka dengan perkenalan oleh sutradara dan panitia bernama Rima dan dilanjutkan dengan seleksi para talent. Seleksi dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap perkenalan, peragaan karakter, dan reading.

Peserta diminta memperkenalkan identitas diri mereka beserta bakat maupun kemampuan yang dimiliki.

Setelah itu, peragaan karakter atau peran yang sebelumnya telah dipilih para peserta. Yang terakhir peserta diminta untuk membaca sebuah naskah puisi yang telah disediakan.

Acara yang diselenggarakan di Gedung 8A Fakultas Teknik Unesa itu berlangsung meriah. Para pendaftar maupun penonton bertepuk tangan melihat akting para peserta yang telah diperankan, terlebih penampilan dari para peserta yang berasal dari anggota teater Kaki Langit Unesa yang sangat memukau karena telah memiliki pengalaman sebelumnya.

Para peserta yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam bidang akting maupun pertunjukan juga merasa menambah pengalaman berkat acara ini.

“Baru pertama daftar casting. Saya mencari pengalaman, meskipun sedikit grogi,” ujar Evan, salah satu peserta, Sabtu (2/3/2019).

Karakter atau peran yang diperagakan pun sangat beragam seperti karakter Singo Barong, Pangeran Singolodro, Calon Arang, dan Dewi Durga. Selain karakter-karakter dengan dialog juga ada karakter yang memerlukan keterampilan khusus karena tidak menggunakan dialog seperti karakter hewan yang meliputi ayam, babi hutan, komodo, dan zombi. Acara diakhiri dengan pembacaan surat perjanjian untuk para peserta yang berhasil terpilih untuk mengikuti sesi latihan selanjutnya.

Penulis : Ika Maisaroh, Mahasiswa Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved