Citizen Reporter

Membasuh Lelah di Udara Sejuk Air Terjun Dlundung

Lokasi air terjun yang paling dekat dengan Surabaya adalah Dlundung. Lokasi ini sangat cocok untuk membasuh lelah.

Membasuh Lelah di Udara Sejuk Air Terjun Dlundung
ist
Air Terjun Dlundung di Trawas, Mojokerto 

SURYA.co.id | Lokasi air terjun yang paling dekat dengan Surabaya adalah Dlundung. Letaknya di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Dari Surabaya, jaraknya sekitar 60 km.

Objek wisata itu berupa air terjun dengan ketinggian sekitar 14 meter di lereng Gunung Welirang. Luas kawasan wisata air terjun itu sekitar 4,5 hektare di dalam area kawasan hutan lindung milik Perhutani KPH Pasuruan. Selain air terjun, kawasan itu juga digunakan sebagai bumi perkemahan.

Setelah suntuk dan penat dengan tugas kuliah yang menumpuk dan menguras otak, saatnya mencari tempat dengan pemandangan yang indah untuk merelaksasi otak dan mencari hiburan. Dlundung menjadi pilihan untuk menghabiskan Sabtu pagi yang cerah (8/12/2018).

Cukup dengan mengendarai sepeda motor matic, perjalanan ke Trawas meleawti Tulangan, Sidoarjo, lancar. Itu jalur dalam agar tidak terjebak macet. Perjalanan sekitar satu jam setelah melewati banyak tanjakan, menikung, dan menurun tajam. Jadi, pengemudi harus berhati-hati dan menyiapkan kendaraan agar fit.

Ketika sampai perempatan Jalan Trawas, jangan salah jalur. Jika berbelok ke kanan bisa ke pemandian Jolotundo. Jika ke kiri berarti ke pemandian air panas Padusan. Pilih jalur lurus jika berniat ke Dlundung. Sekitar 50 meter ada belokan ke kanan, itu jalur ke air terjun.

Jalannya relatif sempit, hanya cukup dilalui dua mobil. Pemandangan di kiri-kanan jalan menuju ke pos masuk lokasi wisata Dlundung cukup menarik. Sawah yang membentang luas dan berundak cukup memanjakan mata. Jangan lengah, karena kondisi jalan yang menanjak terus sampai pos masuk.

Sampai di pos, pengunjung dipersilakan membayar tiket. Rp 28.000 untuk berdua. Cukup murah.

Waktu itu banyak anak SMP yang berkemah di dekat pintu masuk. Ada yang di atas, ada yang di bawah.

Pemandangan di sekitar luar biasa indah. Di situ jika ingin berpose, sudut mana pun sama bagusnya.

Dari pos masuk, kendaraan masih harus diparkir di dalam. Jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi pos masuk. Begitu membuka helm, wuihhh… udaranya dingin. Perjalanan satu jam menjadi tidak ada artinya dibandingkan dengan sambutan hawa sejuk dan pemandangan indah.

Jika ingin bermain air di dekat air terjun, wajib membawa baju ganti. Udara dingin ditambah baju basah bisa mengundang penyakit. Jika tidak ingin basah, jangan terlalu dekat dengan air terjun. Menikmati air terjun dari jarak aman sudah cukup menyenangkan.

Suasana akhir pekan selalu ramai. Ada banyak pasangan muda, keluarga, rombongan kecil, dan sepertinya semua sedang ingin mencoba keandalan ponsel untuk memotret. Memang lokasinya cantik dan sayang jika tidak diabadikan.

Ketika lapar, ada beberapa tempat makan di dekat perkemahan. Seporsi nasi goreng dan rawon hangat cukup mengenyangkan. Makan di tempat sejuk sambil menyaksikan aktivitas perkemahan, bisa diulang lagi.

Yang patut disayangkan, di lokasi wisata itu belum ada buah tangan dan kuliner yang khas daerah Trawas. Selain itu, andai pengelola menyediakan berbagai spot foto menarik, kolam renang, dan memperbaiki infrastruktur, pasti pengunjungnya bertambah banyak.

Penulis : Eka Yunita Kurniawati, Mahasiswa DIII-Keperawatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved