Pemilu 2019

Swing Voters Masih Tinggi, Ini Kata Pakar Komunikasi Politik Unair Suko Widodo

Mulai swing voters masih tinggi, undecided voters, atau nanti yang dikhawatirkan adalah partisipasi pemilih menjadi turun drastis.

Swing Voters Masih Tinggi, Ini Kata Pakar Komunikasi Politik Unair Suko Widodo
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Sejumlah pekerja melipat surat suara Pemilihan Legislatif 2019 di Gudang KPU, Jalan Ciujung, Kota Malang, Senin (25/2/2019). KPU Kota Malang memperkerjakan 50 orang untuk melipat surat suara yang nantinya akan didistribusikan ke TPS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih tingginya angka swing voters untuk Pemilu 2019 turut menjadi perhatian pengamat dan pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo.

Terutama di survei Polmark yang baru saja dirilis pekan lalu, dimana swing voters untuk Pilpres 2019 masih berkisar di angka 48 persen, hampir menyentuh angka 50 persen.

Padahal kampanye sendiri sudah dilangsungkan sejak bulan September dan kurang dari 50 hari lagi sudah coblosan.

Suko Widodo mengatakan, ada banyak faktor yang membuat survei swing voters bisa masih tinggi.

Yang pertama karena banyak orang yang tidak terlalu tertarik dengan politik.

Politik masih dianggap sebagai hal yang negatif sehingga doktrin alergi politik masih menjangkit banyak masyarakat.

Tidak hanya itu, faktor yang juga menurutnya menjadi pengaruh adalah pelaksanaan pemilu legislatif yang saat ini bersamaan dengan pemilu presiden.

Yang membuat politisi masih sibuk mengurusi elektabilitas diri sendiri.
Pengurus partai tingkat bawah lebih memilih untuk mengkampanyekan partai untuk meningkatkan kursi di legislatif.

"Ada tiga kemungkinan bagi swing voters. Yang pertama dia akan tetap ke pilihan utamanya, kedua dia akan berpindah, atau ketiga dia akan jadi golongan putih alias tidak menyalurkan hak pilih di 17 April nanti," kata Suko, Sabtu (9/3/2019).

Menurutnya, pemilu yang menjadikan satu pemilihan presiden dan pemilihan legislatif ini memang baru kali pertama.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved