Berita Madiun

Sosok Penyelamat Satu Keluarga yang Terseret Banjir Tol Madiun Ternyata Anggota Polisi Kediri

Dia mengatakan kemungkinan korban sudah lama berada di lokasi banjir dan berteriak minta pertolongan pengguna jalan tol.

Sosok Penyelamat Satu Keluarga yang Terseret Banjir Tol Madiun Ternyata Anggota Polisi Kediri
Facebook
Video Nanda Sapto Wati yang memperlihatkan penyelamatan korban banjir di Tol Madiun 

SURYA.co.id | MADIUN - Nanda Sapto Wati (43), warga Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, pengungah video penyelamatan korban banjir di pinggir Tol Ngawi-Kertosono Kamis (7/3/2013) yang viral di media sosial, mengatakan warga yang diselamatkan suaminya pada saat itu, terseret banjir.

"Mereka mau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Karena terseret arus, akhirnya terbawa menjauh tak ke tempat tujuannya. Desanya sudah terendam katanya," kata Nanda saat dihubungi, Jumat (8/3/2019) siang.

Ia mengaku tidak sempat bertanya, alamat ataupun tujuan keluarga yang diselamatkan oleh suaminya.

"Kami tak sempat tanya macam-macam karena melihat anaknya kedinginan seperti itu, terendam lama sepertinya. Mereka katanya mau ke titik kumpul, ada berapa ratus meter dari situ. Mereka menyusuri tol, kemudian naik ke jembatan. Tapi saya tak tahu jelasnya," sambungnya.

Kronologi Penyelamatan Satu Keluarga Terjebak Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, Videonya Lalu Viral

Video Viral Pengguna Tol Madiun Selamatkan Sekeluarga Korban Banjir, Terungkap Sosok Penolongnya

Nanda menuturkan suaminya yang turun dari mobil untuk menyelamatkan suami istri dan dua anak itu, mengatakan saat itu arus banjir sangat deras.

"Katanya, mereka nggak bisa lurus ke tempat titik kumpulnya, karena terbawa arus. Kata suami saya, arus di bawah itu deras sekali, tapi atasnya tenang," kata ibu dua anak ini.

Pada saat itu, dirinya panik melihat anak yang digendong oleh ibu korban sempat beberapa kali terjatuh dari gendongan dan tenggelam.

"Kasihan melihat anak kecil yang digendong ibunya, karena mungkin lelah atau kecapekan. Kadang jatuh tenggelam, jatuh tenggelam, gitu," ungkapnya.

Dia mengatakan kemungkinan korban sudah lama berada di lokasi banjir dan berteriak minta pertolongan pengguna jalan tol.

"Bapaknya minta tolong pengendara mobil yang melintas, tapi kan karena tol itu mungkin mobil jalannya cepat. Jadi mungkin sudah lelah, anak yang digendong ibunya, jatuh tenggelam, jatuh tengelam. Lihat air segitu, sudah tak bisa membayangkan, " ujarnya.

Nanda memberikan baju ganti bagi korban, dan juga beberapa makanan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved