Berita

Segudang Kegiatan Religi Untuk Mewujudkan Mahasiswa Unair Excellent Lahir dan Batin

Unair yang pernah masuk daftar perguruan tinggi yang terpapar radikalisme, menggelar berbagai kegiatan religi untuk membalikkan hal tersebut.

Segudang Kegiatan Religi Untuk Mewujudkan Mahasiswa Unair Excellent Lahir dan Batin
ist/citizen reporter
Pelaksanaan MTQ di Universitas Airlangga, Surabaya. 

SURYA.co.id | Universitas Airlangga (Unair) yang pernah masuk daftar perguruan tinggi Indonesia yang terpapar radikalisme membalikkan fakta itu dengan kegiatan-kegiatan kerohanian Islam. Sejak Desember lalu, diadakan rangkaian aktivitas kerohanian seperti Ngaji bersama Cak Nun.

Selain itu, UKM Seni Religi, UKM Kerohanian Islam, UKM Tafhizul Quran, dan Mahasiswa Masjid Ulul Azmi Islam di Unair menyelenggarakan even tahunan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM) Unair. Sistem yang diusung tidak jauh berbeda dengan system Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.

Ke-14 fakultas di Unair mengirimkan delegasi untuk ikut 15 lomba. Setiap lomba diambil tiga terbaik. Pengoleksi juara terbanyak diakumulasi dan dijadikan poin pada perebutan juara umum.

Kaligrafi dan Musabaqah Tartil Quran serta Musabaqah Tilawatil Quran menjadi pembuka, Sabtu (16/2/2019).

Selain itu, ada Musabaqah Hifzhil Quran yang terbagi dalam 3, 5, dan 10 juz Alquran. Itu membuktikan, Unair serius menyasar sumber daya manusia yang tidak hanya excellent pada hardskill, tetapi juga hafal Alquran.

Selanjutnya ada lomba yang mengharuskan para peserta berpikir ilmiah dan mempresentasikannya di depan para juri, yaitu Desain Aplikasi Quran dan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Alquran. Yang tidak kalah ramai adalah Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Demikian juga dengan Cerdas Cermat Islam. Ditambah bonus Satuan Kredit Partisipasi yang tentu dikejar-kejar mahasiswa, membuat semua bersemangat. Sekitar 360 mahasiswa Unair berpartisipasi.

Kegiatan yang berpusat di Masjid Ulul Azmi dan Kantor Manajemen Unair dimulai sejak pagi hingga sore.

Muaradari output peserta MTQM Unair adalah untuk dibina dan disiapkan menuju MTQM Nasional di Universitas Syah Kuala, Juli-Agustus 2019.

Pemenang dan peserta akan dibina bersama kafilah delegasi MTQM Regional Unair di Jember, Agustus 2018. Yang hebat, seluruh biaya pembinaan ditanggung kampus.

Di luar prediksi, lomba berakhir menjelang maghrib. Lomba KTI Alquran yang paling banyak menghabiskan waktu. Selain bergantian tempat dengan Desain Aplikasi Quran, KTI juga membutuhkan banyak waktu untuk pemaparan. Sebaliknya, debat menjadi lomba yang menggunakan waktu paling singkat.

Afri Andiarto, staf Direktorat Kemahasiswaan, Pembinan UKM Seni Religi, sekaligus pembina Mahasiswa Masjid Ulul Azmi mengajak semua peserta bersepakat, Unair ke depan adalah kampus Qurani yang berprestasi.

Tahun ini, juara umum kembali pulang ke Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Mereka mengungguli Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Vokasi. Selama tiga thaun terakhir, FST Muhammad Zaki, Kepala Departemen Keilmuan Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim FST bangga dengan pencapaian itu.

“FST kan singkatan dari Fakultas Santri Tenanan (Sungguh-sungguh),” katanya bercanda.

Penulis : Richad Ade Sastra, Mahasiswa S1 Kimia Universitas Airlangga

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved