Citizen Reporter

Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan

Teater yang beranggotakan para siswa SMANTA itu menyajikan petunjukan teater tradisi yang mengangkat tema horor lokal.

Pementasan
foto: istimewa
Teater Bara menggelar pentas produksi perdananya yang berjudul Rintih di Aula Satya Mandala SMAN 1 Talun (SMANTA), Rabu (20/2/2019). 

Teater Bara menggelar pentas produksi perdananya yang berjudul Rintih di Aula Satya Mandala SMAN 1 Talun (SMANTA), Rabu (20/2/2019).

Teater yang beranggotakan para siswa SMANTA itu menyajikan petunjukan teater tradisi yang mengangkat tema horor lokal. Cerita yang diangkat konspirasi seorang patih untuk mengambil alih kekuasaan.

Dalam pentas perdana kali ini, Alfi selaku sutradara didampingi Maytri berusaha menampilkan konsep baru dalam pertunjukan Teater Bara. Beberapa detail seperti suasana ruangan, cahaya, serta aroma ruangan sangat diperhatikan, dengan harapan penonton dapat mengikuti dalam alur cerita dengan lebih khidmat dan mengena.

Selain itu, tim produksi juga berusaha untuk menggiring penonton terlibat dalam alur cerita. Hasilnya, ketika penonton baru saja masuk ke ruang pertunjukan. Penonton langsung merasakan aura dari pertunjukan yang akan ditampilkan.

Pentas pertunjukan ini dibuka dengan penampilan Krida Tari SMANTA yang menampilkan Tari Gambyong. Disusul dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah yang disampaikan Sayudi Purwanto.

Pertunjukan teater yang berdurasi 45 menit itu mengangkat cerita keinginan seorang patih yang juga merupakan saudara raja untuk menguasai tahta. Berbagai cara licik sang patih lakukan untuk mencapai keinginannya itu.

Sang Patih bekerja sama dengan selir raja untuk membunuh permaisuri yang tengah mengandung putra mahkota. Singkat cerita selir raja yang sangat dekat dengan permaisuri pun akhirnya dapat membunuh permaisuri.

Karena kematiannya tidak terjadi dengan wajar, permaisuri yang telah mati bangkit dari kuburnya untuk memberikan anaknya kepada raja. Kebangkitan permaisuri yang telah menjadi kuntilanak disuguhkan dengan begitu apik oleh para pemain. Ditambah dengan iringan musik yang menambah suasana semakin mencekam.

Salah satu penonton, Ginanjar Atma Wijaya merasa puas menyaksikan pentas Teater Bara kali ini.

“Penampilan Teater Bara hari ini sangat bagus, dapat membuat penonton ikut dalam ceritanya. Saya sampai kaget pas muncul kuntilanak itu tadi,” ungkapnya.

Selain siswa SMANTA, banyak pula tamu yang hadir dalam pentas perdana Teater Bara di Aula Satya Mandala. Di antaranya ada penggiat teater dari Mlasti Blitar, Teater Etos, beberapa perwakilan SMA di Kabupaten dan Kota Blitar, serta masyarakat Kaweron.

Pertunjukan teater ini merupakan bukti kreativitas, inovasi, serta ide yang menembus batas dari para anggota Teater Bara di tengah keterbatasan biaya dan sarana.

Hal ini diharapkan dapat menjadi pancingan untuk menarik minat masyarakat untuk ikut mencintasi seni pertunjukan. Sehingga seni pertuntujukan, khususnya teater dapat mendapatkan apresiasi lebih dari masyarakat.

Ahmad Radhitya Alam
Pekerja Teks Komersial
ahmadradhityaalam@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved