Piala Presiden 2019

Alasan Dejan Antonic Turunkan Dua Pemain Trial saat Madura United Hadapi Persija Jakarta

Pelatih Madura United Dejan Antonic memainkan dua pemain trial saat ditahan imbang Persija 2-2 laga kedua grup D Piala Presiden 2019.

Alasan Dejan Antonic Turunkan Dua Pemain Trial saat Madura United Hadapi Persija Jakarta
surya.co.id/khairul amin
Pelatih Madura United Dejan Antonic menurunkan dua pemain trial saat timnya menghadapi Persija Jakarta, Jumat (8/3/2019. 

SURYA.co.id I SLEMAN – Pelatih Madura United Dejan Antonic memainkan dua pemain trial saat ditahan imbang Persija 2-2 laga kedua grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019).

 Kedua pemain itu adalah David Laly (eks Felcra FC, Malaysia) dan Rinto Ali (eks Cilegon Unied). Keduanya masuk menit 74. David Laly masuk menggantikan Asep Berlian, sementara Rinto Ali menggantikan Alfath Faathier.

Ini menjadi debut perdana kedua pemain setelah bergabung bersama Madura United dua minggu terakhir sebagai pemain trial.

Dikatakan Dejan, masuknya dua pemain tersebut sebagai kontra stetagi dari masukknya dua pemain anyar Persija awal babak kedua, Rohit Chan dan Bruno Matos yang menjadikan timnya sedikit ditekan.

“Kami barmain bagus babak pertam, menang 1-0, masuk dua pemain dan kami kalah 1-2 dlaam waktu 10 menit. Kami bakin reaksi cepat, kami ganti sistemnya, Beto (Alberto Goncalves) masuk kedalam, David di Kiri, Rinto Ali di kanan. Karena kami mau bikin pertandingan lebih cepat, dan kami bikin sukses, karena dua pergantian itu bikin beda,” terang Dejan usai laga.

Termasuk setelah berubahnya stategi, diakui Dejan, timnya banyak peluang, tapi belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Kami punya tiga peluang di babak kedua. Saya senang sebagai pelatih karena semua anak-anak mau kerja keras. Mau kerja keras untuk madura, itu positif sekali..Hari ini hasil akhir 2-2, saya pikir hasil ini fair untuk Madura dan Persija,” tambah Dejan.

Tentang kurang maksimalnya performa timnya di laga ini, dikatakan Dejan, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah waktu recovery yang terlalu sedikit.

Di mana tiga hari sebelumnya, Selasa (5/3/2019) baik Madura dan Persija sama-sama melakoni laga perdana. Madura hadapi PSS Sleman, dan Persija hadapi Borneo FC.

 “Jangan lupa, dua game empat hari. Persiija sama. Grup kami main tgl 5 dan 8. Beda dengan grup lain yang punya lebih banyak waktu recovery dan istirahat, itu sangat berat bagi pemain,” terang pelatih 50 tahun tersebut.

Enggan meratapi hasil, Dejan tegaskan bahwa timnya langsung fokus di laga terakhir Grup D. Dimana Madura akan hadapi Borneo FC, Jumat (15/3/2019) nanti.

“Ini turnamen, kami harus fokus ke Borneo sekarang, semoga menang, pasti kami lolos kebabak selanjutnya di Piala Presiden ini,” tutup Dejan.

Sementara itu, David Laly mengaku senang bisa melakoni debut perdana bagi Madura United. Iapun berharap Madura bisa lebih baik kedepan.

“Saya senang sekali bisa bergabung dengan Madura, walaupun tadi pertandigan keras sekali, tapi senang begitu masuk bisa merubah situasi permainan, sehingga bisa imbang 2-2. Harpannya kedepan, kami bisa lebih baik lagi, kami masih punya peluang di pertandigan terakhir (hadapi Borneo FC, red),” terang David Laly.

Madura United kini berada di posisi dua klasemen sementara grup D. Hanya kalah produktifitas gol dengan Persija di puncak klasemen dengan poin sama 4 poin. 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved