Citizen Reporter

Paspro Babywearers Gelar Talkshow: Patahkan Mitos Gendong Anak sebabkan Anak Manja

Talk show Semakin Dekat, Semakin Lekat dengan Menggendong dan Bermain itu menghadirkan narasumber konsultan babywearing dan dokter spesialis anak.

Paspro Babywearers Gelar Talkshow: Patahkan Mitos Gendong Anak sebabkan Anak Manja
foto: istimewa
Ilustrasi gendong anak. 

Siapa yang menyangka jika menggendong pun menjadi aktivitas yang mampu mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal? Menggendong merupakan praktik kuno yang telah dilakukan nenek moyang bangsa Indonesia. Ibu-ibu yang harus berkegiatan di luar rumah dan memiliki anak kecil, selalu berupaya membawa anaknya terlibat. Menggendong dengan jarik pun menjadi pilihan.

Namun, praktik menggendong mulai mendapat pesaing ketika hadir alat seperti kereta dorong (stroller) dan ayunan bayi. Terlebih ada anggapan bahwa menggendong menjadikan anak manja dan ibu akan lelah. Meluruskan mitos semacam itu, Paspro Babywearers, komunitas ibu menggendong di Pasuruan-Probolinggo menyelenggarakan talkshow bertema menggendong, Minggu (17/2/2019).

Bekerja sama dengan Promosi Kesehatan Rumah Sakit di RSUD Dokter Moh Saleh Kota Probolinggo, komunitas menggendong mengundang puluhan ibu yang tertarik menimba ilmu lebih banyak tentang menggendong.

Talk show berjudul Semakin Dekat, Semakin Lekat dengan Menggendong dan Bermain itu menghadirkan narasumber konsultan babywearing dan dokter spesialis anak. Kehadiran dua narasumber dengan latar belakang ilmu yang mumpuni tak disia-siakan peserta untuk mengetahui ilmu menggendong lebih banyak.

Yohana Habsari, pendiri Indonesian Babywearers yang menjadi narasumber pertama mengatakan, menggendong menjadikan bonding atau kedekatan antara orang tua dan anak lebih erat.

Kondisi ini membantu anak belajar berkomunikasi lebih baik dengan orang tuanya. Ketika anak digendong dan ada kontak mata, bertukar pesan, hubungan ibu dan anak akan menjadi lebih kuat lagi. Jika komunikasi anak-orang tua lancar, maka anak akan berlatih mengungkapkan apa yang dia butuhkan.

"Ke depannya kalau sudah dewasa, anak akan lebih mandiri. Dia akan me-recall atau mengingat kenangan manis yang pernah dia lalui bersama ibu dan ayahnya. Oh dulu saya sering digendong dan ikut ayah-ibu ke mana-mana. Hal ini akan membantunya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri," jelasnya.

Dokter Novi, spesialis anak dari RSUD Moh Saleh menambahkan, dengan menggendong ada indera anak yang dilatih. Mulai kulit yang dilatih dengan sentuhan, mata dan hidung karena anak mengenali ibu yang menggendongnya, telinga melalui percakapan dua arah yang dilakukan ibu kepada anaknya.

"Apalagi di usia anak 0-2 tahun. Di masa golden age, sentuhan akan menjadikan anak bisa tumbuh dan berkembang lebih optimal. Praktik ini memang sudah biasa dilakukan ibu-ibu di Indonesia dan benua Asia. Karena itu di dunia barat justru iri dengan kedekatan ibu-ibu di Indonesia bersama anaknya," tambahnya.

Karena itu Novi pun menyarankan ibu untuk lebih banyak dan lebih sering menggendong anaknya. Itu agar kemampuan intelektual anak bisa tercapai dengan maksimal.

"Ayahnya juga jangan mau kalah dengan ibunya. Anak yang dekat dengan ayahnya akan memudahkannya untuk tumbuh menjadi pribadi yang mampu berfikir logis, mudah mengatasi stres dan frustrasi juga lebih percaya diri," terangnya.

Selain mengampanyekan menggendong, Paspro Babywearers yang menggandeng komunitas playdate juga mengajak anak-anak bermain finger painting. Kegiatan melukis di atas kain menggunakan jari-jari tangan ini berguna untuk melatih motorik halus dan kasar anak. Anak-anak yang berpartisipasi pun mendapat paket hadiah makanan dari Dapur Hijau. Di akhir acara, komunitas Paspro Babywearers membagikan sejumlah gendongan gratis kepada pengunjung yang beruntung.

Rifqi Riva Amalia
Divisi Kehumasan Paspro Babywearers
rifqi.riva.amalia@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved