Citizen Reporter

Feskom X Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kediri, Wadah Kreativitas Pecinta Mural

Kesenian mural jangan hanya dilihat dari sekadar mencorat-coret tembok. Ada nilai dan pesan tersendiri dari setiap karya yang dihasilkan.

Feskom X Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kediri, Wadah Kreativitas Pecinta Mural
foto: istimewa
Festival Mural Feskom X Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kediri. 

MURAL adalah salah satu cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok, atau permukaan luas yang bersifat permanen. Media cat yang digunakan dalam berkesenian mural sangat beragam, bisa menggunakan cat semprot, cat tembok, bahkan pewarna apapun.

Kesenian mural jangan hanya dilihat dari sekadar mencorat-coret tembok. Ada nilai dan pesan tersendiri dari setiap karya yang dihasilkan.

Mural bisa dikerjakan secara individu maupun kelompok. Dalam pembuatan berkelompok membutuhkan kerja sama tim. Hal itu bisa dilihat dari peserta mural Festival Komunikasi (Feskom) X.

Feskom X merupakan salah satu event tahunan yang diadakan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kediri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, tahun ini Feskom X juga mengadakan festival mural. Festival mural diusung sebagai salah satu perwujudan dari tema Feskom X yaitu Sinergy Of Creativity.

"Festival mural merupakan salah satu wadah bagi siswa SMA pecinta mural yang ada di Kota Kediri maupun di luar Kediri. Dengan mural, kita bisa melihat seberapa jauh kreativitas kaum muda dalam menuangkan idenya melalui kesenian mural itu," jelas Andi Sebastian, Ketua Feskom X.

Dalam festival mural terdapat 13 tim yang mewakili 13 sekolah. Setiap tim terdiri atas empat siswa. Festival mural berlangsung Sabtu (9/2/2019), dimulai pukul 09.00.

Setelah semua peralatan sudah siap, para peserta mulai menggambar di atas tembok seluas 1,5 x 2 meter. Awalnya mereka membuat sketsa kemudian menggoreskan cat dengan hati-hati. Goresan demi goresan mereka buat sampai menjadi satu gambar yang sempurna dan bermakna.

Panitia memberikan waktu 6 jam bagi para peserta. Mural kali itu bertempat di sekitar kampus di sepanjang tembok Jalan Sunan Ampel ll Rejomulyo.

“Kelurahan Rejomulyo dipilih, selain masih di lingkungan kampus, juga sebagai perwujudan mahasiswa KPI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat," tambah Andi Sebastian.

Cuaca panas tidak menghalangi para peserta untuk menuangkan idenya. Mereka tetap bekerja sama tanpa lelah dan tetap bersemangat. Mereka juga menyelingi kegiatan melukis sambil bercanda dengan anggota kelompoknya.

Pesan yang dibawakan dalam mural sesuai dengan keadaan generasi milenial saat ini. Apalagi tema yang dibawakan dalam festival mural adalah Ekspresi Muda yang artinya peserta yang siswa SMA dan setingkatnya bisa berekpresi lewat mural.

Masyarakat sekitar juga ikut mengapresiasi festival mural karena tempatnya yang berada di tengah pemukiman sehingga bisa dinikmati langsung. Menurut mereka muralnya sangat indah untuk menghiasi lingkungan.

“Tema-tema yang diangkat dalam festival juga menarik dan pesannya juga sangat bagus,” ujar Rahmad, salah satu warga sekitar IAIN Kediri.

Fajar Rahmad Ali Wardana
Mahasiswa Komunikasi Islam
IAIN Kediri
fajarwardana09@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved