Citizen Reporter

Diskusi soal HAM di Kota Malang, Contoh Kasus Guru Nur Khalim di Gresik dan Pemukulan Guru di Sulsel

Kasus-kasus itu seolah-olah karena HAM sehingga siswa bisa seenaknya ketika ditegur atau diberi pendidikan di sekolah.

Diskusi soal HAM di Kota Malang, Contoh Kasus Guru Nur Khalim di Gresik dan Pemukulan Guru di Sulsel
foto: istimewa
Suasana diskusi tentang HAM yang diselenggarakan Omah Munir dan Yayasan TIFA Jakarta bekerja sama dengan MGMP PPKn Kota Malang, Minggu (17/2/2019). 

Saat ini anak-anak lebih tahu tentang hak daripada kewajiban. Itu curhat seorang guru pada kegiatan yang diselenggarakan Omah Munir dan Yayasan TIFA Jakarta yang bekerja sama dengan MGMP PPKn Kota Malang, Minggu (17/2/2019). Tema yang diangkat pelatihan manual pengayaan HAM bagi pemilih pemula.

Bertempat di Hotel Atria Malang, acara itu menghadirkan perwakilan guru PPKn SMA/SMK se-Kota Malang. Pembicaranya Haris Azhar, pegiat HAM sekaligus pengurus Kontras.

Di sesi awal, banyak guru mencurahkan isi hatinya karena duka yang mendalam pada dunia pendidikan akhir-akhir ini. Dari kasus guru yang ditantang murid di Gresik hingga pemukulan siswa dan orang tua pada tenaga kependidikan di Sulawesi Selatan. Kasus-kasus itu seolah-olah karena HAM sehingga siswa bisa seenaknya ketika ditegur atau diberi pendidikan di sekolah.

Haris Azhar menjelaskan pada guru-guru tentang pola pikir masyarakat yang salah kaprah karena HAM diartikan demikian sempit. Oleh sebab itu, Mufti Makarim, Pengurus Omah Munir yang turut hadir menjelaskan, sejak 2015 Omah Munir melakukan program-program intervensi pendidikan dengan membuat modul pengayaan bagi dunia pendidikan.

“Pada beberapa kesempatan, kami juga telah bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk kegiatan serupa,” imbuh Mufti.

Dunia pendidikan dapat menjadi tempat persemaian yang baik untuk pemahaman HAM yang tepat sehingga HAM tidak diartikan secara sempit seperti masyarakat mengartikan sebagai kebebasan yang sebebas-bebasnya.

Studi kasus di lapangan yang dilakukan Haris telah diwujudkan dalam bentuk modul pengayaan untuk pemilih pemula.

Dalam bab 1, 2, dan 3 ada seperangkat alat yang menjadi fondasi awal untuk menjelaskan HAM sehingga apapun kasusnya dapat dilihat dari rumus mengenai HAM dan tidak terjebak pada kasus-kasus yang rumit.

HAM adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak lahir sehingga setiap manusia memilikinya. Sebagai contoh hak atas kesehatan. Adakah manusia yang tidak ingin sehat? Sebagai contoh penerapan hak atas kesehatan itu diterjemahkan pada hak ibu hamil untuk mendapatkan cuti dari pekerjaannya.

Tujuan utama HAM adalah melindungi harkat martabat manusia. Setiap manusia memiliki hak yang sama maka dalam konsep itu kebebasan seseorang sebenarnya dibatasi juga oleh kebebasan orang lain.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved