Banyuwangi Fokus Pacu SDM di Penyusunan Rencana Kerja Banyuwangi 2020

Dalam rencana kerja 2020, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bakal memacu program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)

Banyuwangi Fokus Pacu SDM di Penyusunan Rencana Kerja Banyuwangi 2020
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Pemkab Banyuwangi mulai merancang rencana kerja (renja) 2020. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bakal memacu program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

SURYA.co.id  | BANYUWNAGI - Pemkab Banyuwangi mulai merancang rencana kerja (renja) 2020. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bakal memacu program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Presiden Jokowi akan menitikberatkan pada pembangunan SDM. Maka daerah harus menerjemahkan arahan itu,” ujar Bupati Anas, Kamis (7/3).

Penyusunan Renja mulai dilaksanakan sejak, Rabu (6/3). Anas mengatakan, dengan fokus ke SDM, akan meningkatkan daya saing warga, sehingga dapat mengatrol kesejahteraan di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan.

Peningkatan kualitas SDM ditempuh dengan sejumlah cara, antara lain perluasan akses pelayanan kesehatan dengan peningkatan kesehatan ibu-anak, perbaikan gizi, dan mencegah penyakit menular maupun tidak menular.

“Kita memulainya dengan mengumpulkan ribuan kader Posyandu beberapa hari lalu. Kita ubah paradigma sakit menjadi paradigma sehat. Puskesmas menjadi mal orang sehat dengan penguatan promosi kesehatan, sehingga yang datang justru banyak orang sehat untuk konsultasi agar tetap sehat, bukan datang pas sakit,” jelasnya.

Dia menambahkan, akses dan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Di antaranya dengan percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun, pemerataan akses, dan peningkatan relevansi konten pendidikan dengan tantangan zaman.

“Gerakan angkat anak putus sekolah (Garda Ampuh) agar dioptimalkan. Camat dan desa perlu menyisir intensif siswa yang ada kendala bersekolah. Pemkab telah menyediakan instrumennya. Kita ada beasiswa, uang saku dan transportasi bagi siswa miskin, juga program Siswa Asuh Sebaya,” ujar Anas.

Anas menekankan pentingnya perluasan program Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang memberi fasilitas biaya kuliah bagi anak muda.

“Sekarang sudah 800 anak muda dikuliahkan. Saya berharap ke depan kita bisa jangkau sampai lebih dari 1.000 anak muda, bisa kuliah gratis di berbagai kampus di Indonesia,” papar Anas.

Prioritas lain untuk 2020 adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Strategi yang dikedepankan adalah dengan melakukan perbaikan iklim investasi dan usaha, peningkatan ketersediaan lapangan kerja yang layak. Juga fasilitasi pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Banyuwangi, lanjut Anas, terus menjalankan program jaring pengaman sosial bagi warga nonproduktif, seperti program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan tiap hari bagi warga lansia.

Anas optimistis, di tengah masih tertekannya perekonomian gobal, Banyuwangi tetap bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Banyuwangi juga menjadi 6 daerah dengan PDRB terbesar di Jatim.

“Banyuwangi kita pacu tumbuh 5,7 persen, di atas prediksi ekonomi nasional 5,5 persen. Di antara bukti tumbuhnya ekonomi adalah meningkatnya outstanding kredit sebesar Rp10,98 triliun di mana penggunaannya 63,5 persen untuk usaha modal kerja dan investasi. Pertanian dan pariwisata bahu-membahu menopang ekonomi daerah,” ungkapnya. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved