Berita Belitar

Paguyuban Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Langsung Beli 1.000 Ton Jagung dari Petani

Paguyuban Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Langsung Beli 1.000 Ton Jagung dari Petani

Paguyuban Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Langsung Beli 1.000 Ton Jagung dari Petani
Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Arifin
Perwakilan petani, peternak dan Pemkab Blitar menandatangani kerja sama pembelian jagung disaksikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh I Ketut Diarmita, MP, Selasa (5/3/2019). 

SURYA.co.id |BLITAR - Usai menandatangani kerja  sama, Paguyuban Rakyat Nasional (PPRN) Blitar langsung membeli jagung hasil panen para petani Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (5/3/2019).

Paguyuban peternak memesan 1.000 ton jagung di pembelian pertama ini.

"Untuk pembelian pertama ini, kami pesan 1.000 ton jagung khusus hasil penan petani di wilayah Kecamatan Wates," kata Ketua PPRN Blitar, Rofi Yasifun.

Rofi mengatakan sesuai kesepakatan, peternak membeli jagung dari petani dengan harga Rp 3.650 per kilogram. Kondisi jagung sudah kering pipil dengan kadar air sekitar 16-17 persen. Peternak akan mengambil sendiri jagung kering pipil di rumah para petani.

Harga dari peternak itu sudah di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) HPP jagung ditetapkan Rp 3.150 per kilogram.

"Kami yang mengambil jagung ke petani. Tapi sudah dalam kondisi kering pipil," ujarnya.

Dikatakannya, harga dari peternak itu sudah saling menguntungkan. Sebab, peternak masih mengeluarkan biaya angkut dan menggiling jagung. Kalau ditambah biaya angkut dan menggiling, uang dikeluarkan peternak jatuhnya Rp 3.800-4.000 untuk per kilogram jagung.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh I Ketut Diarmita, MP foto bersama dengan perwakilan Pemkab Blitar, peternak, dan petani usai acara panen raya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (5/3/2019).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh I Ketut Diarmita, MP foto bersama dengan perwakilan Pemkab Blitar, peternak, dan petani usai acara panen raya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (5/3/2019). (Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Hadi)

Ketua Koperasi Peternak Ayam Putera Blitar, Sukarman mengatakan peternak siap membeli semua hasil panen jagung di petani. Para peternak sangat membutuhkan jagung untuk pakan ternak. Jumlah peternak ayam di Kabupaten Blitar mencapai 4.332 peternak.

Sedangkan kebutuhan jagung untuk pakan ternak ayam mencapai 1.500 ton per hari. Populasi ayam di Kabupaten Blitar sekitar 17 juta ekor dengan produksi telur mencapai 600-1.000 ton per hari. Kabupaten Blitar menyuplai 40 persen kebutuhan telur di Jatim dan 20 persen kebutuhan telur nasional.

"Kebutuhan jagungnya juga tinggi," katanya.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur, Desa Tulungrejo, Siswanto mengatakan harga jagung saat ini masih naik turun. Saat ini, harga jagung berkisar Rp 3.600 per kilogram sampai Rp 3.700 per kilogram. Menurutnya, harga itu masih bisa naik dan bisa turun.

"Kalau harga dari peternak itu masih standar, artinya tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal," katanya.

Menurutnya, untuk hasil panen tahun ini lumayan bagus. Lahan seluas satu hektare bisa menghasilkan jagung sekitar enam ton sampai tujuh ton.

"Hasilnya panennya lumayan bagus. Kami juga berharap pemerintah terus memperhatikan petani, agar petani hidupnya lebih sejahtera," ujarnya. (sha/adv/kmf)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved