Liputan Khusus

Ecoton Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Menjaga Sungai Brantas

Langkah awal Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah pembuangan sampah popok di Sungai Brantas diapresiasi LSM Ecoton.

Ecoton Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Menjaga Sungai Brantas
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemukan popok dibuang ke Sungai Brantas dalam kegiatan Adopsi Sungai Brantas Stop Buang Sampah Popok di sungai, Minggu (17/2/2019) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA -Langkah awal Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah pembuangan sampah popok di Sungai Brantas diapresiasi Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Langkah yang dimulai dengan susur sungai, bersih-bersih di sekitar jembatan baru dan jembatan lama Karangpilang, serta pemasangan kamera pengawas dan pengeras suara bisa menjadi langkah awal untuk memacu gerakan yang lebih besar.

"Upaya apapun akan menjadi trigger untuk menyelesaikan (masalah limbah popok). Baik itu memasang CCTV, memasang kontainer khusus popok, patrol kali, dan pasang jaring," kata Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Ecoton, pekan lalu.

Semua upaya itu, bagi dia, ibarat sebuah "software" yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah limbah popok. Yang tak kalah penting, yakni solusi dari sisi "hardware" berupa penyadaran perilaku masyarakat agar sadar terhadap kebersihan lingkungan.

Saimah Bersyukur, Sejak CCTV Dipasang, Kini Karangpilang Bebas Sampah

Video Viral Ibu 73 Tahun Dibuang Anaknya di Pinggir Jalan Bikin Trenyuh: Saya Pasrah Sama Allah

RSJ Lawang Siap Menampung Caleg Stres Setelah Pemilu 2019

Soal urusan yang berkaitan dengan manusia, menurut dia, diperlukan dua solusi. Yakni law enforcement dan penumbuhan solidaritas alias kesukarelawanan.

Agar menimbulkan efek jera, harus ada orang yang dihukum apabila membuang popok ke sungai. Di sisi lain, harus ada penghargaan untuk komunitas atau individu yang berinisiatif mengurangi sampah popok.

"Masalah popok itu kompleks. Sebenarnya, promblemnya juga melibatkan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)," tambah Prigi.
Menurut Prigi, susur sungai yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu patut diapresiasi.

"Memang sebagian orang bilang biasa. Tapi ini menurut kami spirit baru. Belum ada Gubernur Jatim yang menyusuri Brantas. Belum ada juga gubermur yang dengan tangannya ambil sampah popok di sungai," ungkap dia.

Langkah itu asalkan konsisten, merupakan modal besar dan penting bagi upaya mengurangi sampah popok. Harapannya, hal itu dapat mendorong masyarakat juga ambil bagian dalam problem yang sama.

Berdasarkan survei Ecoton di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, jumlah pengguna popok sekali pakai mencapai 80 persen dari jumlah balita yang ada. Sisanya, atau 20 persen, menggunakan popok kain.

"Perhitungan 40 persen bocor ke perairan berdasarkan persentase tingkat pelayanan angkutan sampah di kabupaten/kota yang rata-rata hanya mampu mengelola 60 persen area administratif. Serta adanya mitos suleten yang masih kuat diyakini oleh sebagian besar masyarakat Jatim," tambah dia. (fla/iit)

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved