UMKM Inspiratif

Indra Nila Rela Lepas Pekerjaan Tetap Untuk Jualan Pudding Tart dan Minuman Jelly

Indra Nila nekat meninggalkan pekerjaannya yang mulai mapan. Tujuannya, membesarkan usaha puding yang dikelola bersama suami. Kini hasilnya...

Indra Nila Rela Lepas Pekerjaan Tetap Untuk Jualan Pudding Tart dan Minuman Jelly
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Owner UMKM Puding, Deddy menunjukkan puding pesanan pelanggannya dan sejumlah produknya, Selasa (5/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengalaman belajar membuat puding art, membuat Indra Nila (38), keranjingan membuat. Hasilnya diberikan cuma-cuma kepada teman-temannya. Namun banyaknya yang tertarik, dan atas dorongan rekan-rekannya, Nila mulai memasang tarif.

"Itu tahun 2014. Dan saat saya menerima pesanan dengan tarif, pemesanan semakin banyak. Saya ingat pertama hanya modal Rp 200.000 untuk belanja bahan dan ongkos membuat sebuah puding tart," cerita Nila, didampingi sang suami, Dedi Kurnia, ketika ditemui di rumahnya kawasan Karang Empat Besar Surabaya, Selasa (5/3/2019).

Saat itu, Nila masih tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan farmasi. Disela kegiatannya, dia mulai banyak menerima pesanan. Mulai ikut pameran dan lain sebagainya.

Melihat kesibukan Nila, Dedi yang saat itu juga masih tercatat sebagai karyawan perusahaan yang memproduksi produk orientasi ekspor, ikut membantu.

"Pesanan semakin banyak. Saya support untuk bantu kirim-kirim ke pemesan. Kemudian ikut pameran, dan ternyata respon semakin meningkat," cerita Dedi.

Tahun 2016, saat melihat potensi pasar puding semakin besar, Dedi memutuskan keluar dari pekerjaan. Saat keluar dari pekerjaan, Dedi tidak langsung cerita ke Nila. Dia hanya mengaku mengambil cuti.

Saat itu, usaha puding semakin mendapat respon pasar yang positif dengan rata-rata per hari menerima pesanan puding tart antara dua hingga tiga biji. Sementara di akhir pekan bisa mencapai lima hingga sepuluh biji.

"Belum yang kecil-kecil. Kemudian juga ikut pameran, dan memang kalau saya sambi sambil kerja kok capek dan kurang maksimal," cerita Dedi, yang sebelumnya memiliki tempat produksi di kawasan Ngaglik.

Saat menjadi dua aktivitas, setiap akhir pekan, Dedi memiliki pelanggan yang memesan dan membeli tiga puding tart. Setiap mengantar, selalu ditanya apakah masih bekerja.

"Dan itu berkali-kali. Setiap mengantar selalu ditanya, dan ketika saya tanya, dia jawab, berharap bisa membuat saya tidak lagi bekerja dan konsentrasi di produk puding ini. Nah, dari situ saya akhirnya memutuskan berhenti bekerja dan mulai fokus ke puding," ungkap Dedi.

Halaman
12
Tags
UMKM
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved