Citizen Reporter

FSI-Ar-Rasyad Universitas Trunojoyo Belajar Kaderisasi kepada KMIP Universitas Negeri Yogyakarta

UKM Forum Studi Islam (FIP) FSI-Ar-Rasyad, Universitas Trunojoyo Madura pada Jumat-Minggu (8-10/2/2019) ke Yogyakarta.

FSI-Ar-Rasyad Universitas Trunojoyo Belajar Kaderisasi kepada KMIP Universitas Negeri Yogyakarta
foto: istimewa
Mahasiswa UKM Forum Studi Islam (FIP) FSI-Ar-Rasyad Universitas Trunojoyo Madura dan UKM FIP Keluarga Muslim Ilmu Pendidikan (KMIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat foto bersama. 

Kerja sama merupakan salah satu hal penting dalam meningkatkan mutu kerja suatu organisasi. Melalui kerja sama itulah, niscaya akan tercipta hubungan erat yang memiliki dampak baik bagi generasi selanjutnya.

Itu yang dilakukan UKM Forum Studi Islam (FIP) FSI-Ar-Rasyad, Universitas Trunojoyo Madura pada Jumat-Minggu (8-10/2/2019) dengan UKM FIP Keluarga Muslim Ilmu Pendidikan (KMIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan yang dilaksanakan di musala UNY diikuti 34 peserta dari kedua kampus.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Evan Setiawan Parusa, Ketua Umum KMIP, dan Rizka Diana Vita, Ketua Umum FSI-Ar-Rasyad. Masing-masing mengenalkan program kerja serta membahas berbagai kendala yang terdapat di dalamnya. Salah satunya dalam bidang kaderisasi.

Menurut Rizka, kaderisasi di UKM Ar-Rasyad masih kurang kuat. Perlu adanya evaluasi lebih jauh dengan melihat seperti apa sistem kaderisasi di KMIP yang lebih senior.

“KMIP memiliki jumlah kader yang banyak dan sistem kaderisasi yang baik. Itu perlu dicontoh dan diterapkan di organisasi kita,” ujarnya.

Menurut Nia selaku Ketua Keputrian di KMIP, sistem kaderisasi di KMIP dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu recruitmen, pembinaan, dan terakhir pengaryaan.

“Melalui ketiga tahap itu, diharapkan para kader yang sudah menjadi bagian dari KMIP dapat mengembangkan kemampuannya,” ujarnya.

Evan juga menambahkan, yang paling penting dalam sebuah organisasi adalah hubungan erat antar anggota dan rasa cinta pada organisasi. Hal itu mampu menjaga suatu organisasi tetap hidup dan terus berkembang.

Acara selanjutnya yaitu diskusi anggota berdasarkan masing-masing divisi. Tujuannya untuk mengetahui lebih lanjut masalah serta mengetahui cara kerja untuk mengatasinya.
Setelah itu, seluruh peserta mengunjungi Museum Negeri Sonobudoyo kemudian dilanjutkan dengan berbelanja di Malioboro. Itu menjadi penutup studi banding.

“Saya berharap, melalui kegiatan ini dapat menambah relasi dan mempererat hubungan persaudaraan sesama organisasi,” ujar Rizka.

Siti Halwah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
sitihalwah@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved