Citizen Reporter

Discussion Art Komunitas Caturas Micarola SMA Islam Hasyim Asyari Batu: Seni Rupa itu Haluskan Rasa

Seni rupa pada masa lampau di dunia pendidikan cenderung lebih terpengaruh pada buku dibandingkan dengan praktik langsung.

Discussion Art Komunitas Caturas Micarola SMA Islam Hasyim Asyari Batu: Seni Rupa itu Haluskan Rasa
foto: istimewa
Discussion art atau diskusi seni diselenggarakan Komunitas Caturas Micarola SMA Islam Hasyim Asyari Batu. 

KEMAMPUAN  menciptakan karya yang bermutu sebagai bentuk penuangan imajinasi menghaslkan karya seni yang unik. Dengan media yang dapat ditangkap mata dan dirasakan dengan sentuhan, seni rupa menjadi pengenalan seni yang menarik bagi siswa.
Dalam dunia pendidikan, seni rupa termasuk ke dalam salah satu pelajaran kesenian. Pada pembelajaran seni rupa tentu juga terdapat teori-teori yang dipraktikkan.

Komunitas Caturas Micarola SMA Islam Hasyim Asyari Batu menyelenggarakan acara discussion art atau diskusi seni yang dilaksanakan di Galeri Raos Batu dengan tema Seni dalam Ranah Pendidikan. Diskusi itu membahas pergerakan seni rupa di dalam dunia pendidikan dan cara pengembangannya.

Pemateri pada acara itu adalah Djoeari Soebardja seorang seniman yang juga menjadi guru Seni Budaya di SMPN 1 Pujon. Acara diskusi seni ini merupakan rangkaian dari acara exhibition art yang dilaksanakan selama empat hari dengan tema umum Serupa Nada. Tujuan diadakannya acara ini ialah untuk lebih memperkenalkan seni rupa kepada masyarakat.

Menurut Djoeari, pelajaran seni rupa dalam dunia pendidikan saat ini masih agak dikesampingkan dan para pendidik kurang memiliki upaya bagaimana seni rupa dapat hidup. Ia bahkan membuat ruangan semacam studi khusus di sekolahnya untuk kepentingan pelajaran Seni Rupa.

Seni rupa itu tidak stagnan, tetapi terus berjalan mengikuti perkembangan zaman. Seni rupa pada masa lampau di dunia pendidikan cenderung lebih terpengaruh pada buku dibandingkan dengan praktik langsung.

Dalam kurikulum baru yang mementingkan pendidikan karakter, ia sedikit memberi teori dan lebih banyak praktik supaya peserta didik lekas paham. Tanpa disadari, melalui seni rupa terjadi kebersamaan, saling berbagi, dan interaksi ketika membuat suatu karya.

Aktivitas seniman di Batu tidak pernah berhenti. Setiap tahun mereka membuat aktivitas yang bersambung dengan seniman dari tempat lain. Sejak 2017, para seniman di Baru yang mengadakan pameran Galeri Raos Batu juga kemudian bertemu dengan para seniman di Ubud, Bali. Mereka bekerja sama dan itu menjadi bukti interaksi.

Kesempatan dan semangat seperti itu yang terus ditularkan seperti pada pameran seni di tempat yang sama, akhir tahun lalu. Tahun ini siswa SMA yang mendapat kesempatan mengulas tentang seni dalam pendidikan. Pada diskusi yang dilakukan akhir tahun lalu akan terus dikembangkan.

“Seni itu menghaluskan rasa dan budi pekerti pada pendidikan,” ungkap Djoeari. Ia menambahkan, dalam mengajar pun guru sebaiknya aktif dalam kesenian supaya turut menularkan hal baik kepada muridnya.

Fika Aghnia Rahma
Jurusan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang
fikaaghnia72@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved